
Polda Kepri Kerahkan Dua Tim Forensik

Batam (Antara Kepri) - Kapolda Kepulauan Riau Brigjen Pol Yotje Mende mengerahkan dua tim forensik penyelidik penyebab kematian empat bocah yang Kamis malam jenazahnya diketemukan bertumpuk dalam mobil di sekitar Pasar Cik Puan, Sungai Panas, Kota Batam.
"Tim yang diturunkan dari forensik kimia dan forensik kesehatan. Hari ini rencananya jenazah anak-anak tersebut diotopsi," kata dia saat meninjau lokasi kejadian, Jumat.
Hingga kini, kata Kapolda, belum ada indikasi kekerasan yang ditemukan pada empat jenazah anak-anak tersebut. Memar yang terjadi pada sekujur tubuh diduga karena kepanasan di dalam mobil sebelum ditemukan.
"Sementara belum ada tanda-tanda kekerasan. Kami harap dua tim yang diturunkan dapat menyimpulkan penyebab kematian mereka. Namun kami akan terus melakukan penyelidikan," kata Yotje.
Pada Kamis malam, polisi menemukan empat jenazah masing-masing Elsa (7), Ferson (4), Wilhemus (3), dan Aprilius Mado (5) dalam kondisi menumpuk pada jok belakang mobil sedan berpelat nomor BM 1308 XS.
Hingga Jumat siang keempat jenazah masih berada di Kamar Mayat Rumah Sakit Badan Pengusahaan (BP) Batam di Sekupang menunggu proses otopsi.
Empat anak tersebut merupakan warga Kampung Durian RT 01/RW 06, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong yang tidak jauh dari Pasar Cik Puan.
Kapolda mengatakan, sudah memeriksa beberapa saksi termasuk para orang tua korban yang pada Kamis pagi sempat melaporkan kehilangan anak ke Polsek Bengkong.
Pada Jumat pagi, polisi juga sudah mengevakuasi mobil tempat ditemukannya mayat dan dibawa ke Polresta Batam Rempang Galang (Barelang). Meski mobil sudah dievakuasi, garis polisi masih terpasang di area penemuan mayat.
Menurut warga sekitar, mobil terebut merupakan kendaraan rusak yang sudah lama terparkir bersama beberapa mobil lain di kawasan pasar sejak beberapa tahun terakhir.
"Mobil-mobil itu sudah terparkir lama. Sepertinya sudah tidak diperbaiki lagi," kata warga, Rodial. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
