Tanjungpinang (ANTARA) - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyatakan pembangunan jembatan penghubung Pulau Batam dan Pulau Bintan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) harus diwujudkan.
“Impian membangun Jembatan Batam-Bintan harus kita wujudkan bersama. Ini bukan proyek besar semata, tapi simbol keterhubungan antarpulau di provinsi kepulauan yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura,” katanya dalam agenda kunjungan kerja reses masa persidangan I tahun sidang 2025-2026 di Batam, Kepri, Kamis.
Lasarus yang hadir bersama rombongan Komisi V DPR menegaskan kunjungan ke Kepri untuk memastikan seluruh program pembangunan nasional, termasuk proyek strategis di daerah berjalan sesuai rencana dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca juga: Amsakar terima aspirasi buruh dan berkomitmen segera bahas UMK
Komisi V DPR RI akan terus mengawal proyek-proyek vital seperti Jembatan Batam-Bintan, karena jika daerah maju, maka Indonesia juga akan ikut maju.
“Kami ingin memastikan setiap pembangunan sarana, prasarana, dan infrastruktur di Kepri terlaksana dengan baik dan berdampak pada penguatan ekonomi serta peningkatan layanan publik,” ujarnya.
Ia menegaskan Komisi V DPR RI berkomitmen mendukung percepatan pembangunan Jembatan Batam-Bintan sebagai salah satu prioritas nasional yang akan memperkuat konektivitas dan daya saing kawasan.
Dia menilai nilai investasi proyek yang diperkirakan mencapai Rp16 triliun relatif kecil dibanding dampak ekonomi jangka panjang yang akan dihasilkan.
“Kita hanya perlu kemauan politik dan kerja keras bersama agar pembangunan ini benar-benar terealisasi,” katanya.
Baca juga: Disdukcapil layani 60 pemohon per hari di MPP Batam
Sementara, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyatakan Jembatan Batam-Bintan adalah impian masa depan Kepri yang menjadi katalis pertumbuhan ekonomi di dua pulau utama, Batam dan Bintan.
Menurut Ansar potensi strategis Kepri yang berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka, menjadi salah satu rute tersibuk di dunia yang dilalui lebih dari 90.000 kapal setiap tahun.
Kondisi geografis ini menuntut pemerintah daerah untuk terus membangun konektivitas antar pulau dan memperkuat infrastruktur transportasi.
"Kepri dengan wilayahnya yang sebagian besar lautan membutuhkan infrastruktur yang mampu menghubungkan seluruh pulau agar mobilitas masyarakat dan ekonomi berjalan lancar. Salah satunya adalah pembangunan Jembatan Batam-Bintan," kata Ansar.
Ia menegaskan seluruh yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab daerah terkait proyek Jembatan Batam-Bintan telah dilaksanakan.
Jembatan tersebut, sebut Ansar, bukan hanya simbol pembangunan fisik, tetapi juga pintu bagi percepatan pertumbuhan ekonomi, logistik, dan pariwisata di wilayah perbatasan Indonesia-Singapura.
"Kini kami berharap dukungan penuh dari DPR RI agar proyek strategis ini segera terwujud,” demikian Ansar.
Baca juga:
Pangdam XIX ajak warga Natuna sukseskan latihan tempur antar kecabangan TNI AD
Polda Kepri perkuat sinergi antarinstansi untuk cegah PMI ilegal

Komentar