
Perajin Jong Batam Terkendala Alat dan Pembinaan

Batam (Antara Kepri) - Perajin Perahu Jong, perahu layar mainan tradisional Melayu, Kota Batam mengeluhkan kesulitan peralatan dan tidak adanya pembinaan dari pemerintah sehingga kesulitan menjaga permainan yang menjadi simbol budaya daerah tersebut.
"Selama ini kami tidak pernah mendapat pembinaan untuk mengembangkan kerajinan Perahu Jong agar tetap lestari dan memiliki daya tarik. Akhirnya kami hanya menjadikan ini sebagai hobi yang dimainkan saat tidak melaut saja," kata seorang perajin Perahu Jong di Nongsa Pantai Batam, Nurman, Senin.
Ia mengatakan, kesulitan memproduksi perahu Jong yang memiliki nilai seni dan budaya sekala besar karena tidak memiliki peralatan memadai meski memiliki nilai ekonomis tinggi.
"Permintaan banyak, namun tidak mampu kami penuhi. Karena minim peralatan, sehingga membutuhkan waktu pengerjaan lama," kata dia.
Bila dikerjakan secara serius dengan peralatan yang ada saat ini, kata dia, satu perahu Jong berukuran sekitar 1,5 meter dengan harga jual Rp800 ribu sampai sekitar Rp1 juta bisa dikerjakan selama dua minggu.
"Bila ada bantuan peralatan dan pembinaan oleh pemerintah, kami yakin satu perahu bisa diselesaikan kurang dari satu minggu dan bisa diproduksi dalam sekala besar sebagai kerajinan khas Batam yang memiliki nilai ekonomis tinggi," kata Nurman.
Pecinta perahu Jong Batam, Arifin Madiun mengatakan, masyarakat yang masih ingin melestarikan Perahu Jong sangat berharap Dinas Pariwisata Kota Batam bersedia mengangkat kegiatan ini menjadi salah satu ikon wisata budaya.
"Perlombaan perahu Jong menjadi ajang temu nelayan Melayu saat tidak melaut karena cuaca buruk, sekaligus untuk melestarikan budaya," kata dia.
Kalau budaya Perahu Jong tidak didorong menjadi ikon budaya, kata dia, dalam beberapa tahun ke depan bisa punah.
"Saat ini generasi muda hanya sedikit yang mau melestarikannya. Kami sangat khawatir budaya ini akan benar-benar ditinggalkan," kata dia.
Ia mengatakan, beberapa kali Pemerintah Kota Batam menyatakan akan menjadikan Jong icon wisata namun tidak pernah ada realisasi.(*)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
