Logo Header Antaranews Kepri

Perajin Karimun Siapkan 2.500 Terompet Tahun Baru

Rabu, 29 Desember 2010 16:49 WIB
Image Print

Karimun(ANTARA News) - Seorang perajin terompet di Tanjung Balai Karimun,Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan 2.500 terompetuntuk menyongsong perayaan tahun baru 2011.

''Tahun ini jumlah terompet yangkami buat lebih banyak. Tahun lalu sekitar 2.000 sekarang 2.500 buah dengan berbagai ukuran,'' kata Darno, perajin sekaligus pedagangterompet asal Pelipit, Kelurahan Sei Lakam, Tanjung Balai Karimun,Rabu.

Darno mengatakan, pengerjaan terompet sudah dilakukannya sejak sebulan lalu dan sudah tuntas sekitar 2.300 terompet.

''Sekarang kami sedang mengerjakan 200 terompet lagi,'' ucapnya.

Diamenuturkan, selain dijual sendiri, terompet buatan dia, istri dananak-anaknya itu juga dititipkan di toko, swalayan serta dijual kepadapedagang eceran yang biasanya mangkal di sejumlah pusat keramaian,seperti di Taman Bunga, depan swalayan dan jalan lingkar dekat HotelGloria.

''Tahun lalu, 75 persen dari jumlah terompet habis terjual dan kami berharap tahun ini tidak ada yang tersisa,'' ucapnya.

Diamenjelaskan, terompet buatannya terdiri dari berbagai model dan harga,mulai dari terompet biasa dengan harga antara Rp4.000 hingga Rp5.000,sampai terompet berbentuk naga, kupu-kupu dan gitar yang dijual sehargaRp20.000 - Rp25.000.

Bahan baku terompet, lanjut dia, seluruhnya didatangkan dari Pulau Jawa dengan harga lebih mahal dibandingkan tahun lalu.

Diamencontohkan harga kertas kilat naik dari Rp120.000 menjadi Rp160.000,sedangkan kertas karton juga naik dari Rp8.000 menjadi Rp11.000/kg.

''Kertas kilat sebanyak satu kilogram menghasilkan 500 terompet ukuran kecil, sedangkan karton sebanyak 400 terompet,'' ucapnya.

Dia berharap, malam tahun baru kali ini tidak diguyur hujan sehingga dagangannya habis terjual.

''Kalauhujan, dagangan kami tidak laku karena warga tidak menggelar konvoikeliling kota sambil membunyikan terompet,'' katanya. (ANT-028/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026