Logo Header Antaranews Kepri

Amsakar: Batam tidak masuk zona rawan bencana cuaca ekstrem

Rabu, 3 Desember 2025 18:35 WIB
Image Print
Ilustrasi awan kelabu di wilayah laut Kota Batam, Kepri pada Kamis (27/11/2025). ANTARA/Amandine Nadja

Batam (ANTARA) - Wali Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Amsakar Achmad memastikan kota itu tidak termasuk dalam wilayah yang dikategorikan rawan bencana akibat cuaca ekstrem berdasarkan pemaparan terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Amsakar mengatakan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam telah memetakan titik-titik rawan bencana di wilayah Kepri, dan Batam tidak berada dalam zona tersebut.

“Batam tidak termasuk zona rawan bencana. Tadi titik-titiknya sudah dipaparkan, dan Batam tidak berada di dalam kategori rawan itu,” ujarnya di Batam, Rabu.

Namun demikian, ia menegaskan pentingnya kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan meningkat menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Ia meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir rob, terutama akibat kombinasi pasang air laut yang tinggi dan curah hujan lebat.

“Ini bisa terjadi ketika air pasang tinggi bersamaan dengan hujan deras, sehingga air tertahan. Antisipasinya bisa kita lakukan bersama, termasuk dengan menjaga kebersihan saluran dan drainase,” kata Amsakar.

Ia menyebut gerakan penanggulangan sampah yang telah berjalan perlu disinergikan agar aliran air tetap lancar jika cuaca ekstrem terjadi.

BMKG sebelumnya juga memaparkan bahwa cuaca ekstrem seperti hujan intensitas tinggi, angin kencang, petir, hingga jarak pandang pendek berpotensi meningkat pada minggu kedua Desember hingga awal Januari.

Fenomena ini dipengaruhi monsoon Asia, MJO, gelombang Kelvin dan Rossby, hingga seruak dingin Siberia.

Maka dari itu, Pemkot Batam mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, antara lain dengan mengecek informasi cuaca sebelum beraktivitas, menghindari perjalanan saat peringatan dini cuaca ekstrem, dan tidak berteduh di bawah pohon atau baliho ketika hujan angin.

“Yang penting kita tetap siaga, tetap mengikuti informasi dari BMKG, dan menjaga lingkungan sekitar. Dengan itu, insya Allah kondisi bisa kita kendalikan,” ujar Amsakar.

Masyarakat juga diingatkan untuk menghubungi layanan darurat 112 apabila menemukan atau mengalami kondisi berbahaya terkait cuaca ekstrem.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026