
KTNA Usulkan Pesisir Karimun Jadi Kampung Nelayan

Karimun (Antara Kepri) - Kontak Tani Nelayan Andalan mengusulkan agar pemerintah pusat menetapkan tiga kawasan pesisir di Pulau Karimun Besar, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menjadi kampung nelayan.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Karimun Amirullah di Tanjung Balai Karimun, Selasa mengatakan, tiga kawasan yang diusulkan jadi kampung nelayan itu yaitu pesisir pantai di Sei Bati Kelurahan Pamak Kecamatan Tebing, Teluk Setimbul dan Teluk Paku di Kecamatan Meral Barat.
"Ketiga kawasan itu cocok dijadikan kampung nelayan karena mayoritas penduduknya nelayan dan tidak mungkin beralih profesi karena rata-rata tidak sekolah, terutama di Teluk Setimbul dan Teluk Paku yang dihuni Suku Akit," katanya.
Menurut Amirullah, tujuan dijadikannya ketiga kawasan itu sebagai kampung nelayan diharapkan dapat memberdayakan dan mengangkat kesejahteraan masyarakat pesisir yang bergantung pada laut.
"Manfaat kampung nelayan adalah agar mereka tidak tersingkir ketika industri galangan kapal makin banyak beroperasi di pesisir Pulau Karimun Besar," ujarnya.
Penetapan kampung nelayan, menurut dia tentu diiringi dengan pembangunan sarana infrastruktur untuk menopang nelayan seperti pemeliharaan daerah aliran sungai (DAS), peningkatan sarana tangkap serta industri perikanan seperti pembangunan pabrik pengolahan ikan, pabrik es dan lainnya.
"Kami berharap pemerintah memiliki kebijakan untuk menciptakan kampung nelayan modern yang sejahtera sehingga nelayan tidak lagi menggunakan sampan, pompong kecil yang dilengkapi dengan alat tangkap tradisional," tuturnya.
Selain itu, kebijakan pengembangan nelayan budidaya harus terus digalakkan sehingga masyarakat pesisir tidak lagi menjadi nelayan tangkap yang penghidupannya sangat bergantung pada kondisi alam.
"Nelayan budidaya seperti pengembangan karamba kami nilai lebih mampu mengangkat taraf hidup nelayan," ucapnya.
Menurut dia peringatan Hari Nelayan yang jatuh pada 6 April merupakan momentum yang tepat bagi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan, apalagi Kabupaten Karimun merupakan daerah pulau yang lautnya lebih luas dibandingkan daratan.
"Sebagian besar penduduk di pesisir adalah nelayan sehingga wajar ada kebijakan untuk melestarikan dan memberdayakan warga yang bergantung pada kekayaan laut," katanya.
Di Pulau Karimun Besar, tutur dia, jumlah nelayan mencapai 95 kelompok dengan anggota rata-rata 25 orang dan tidak termasuk nelayan di pulau-pulau lain, seperti di Moro, Durai, Buru atau Kundur.
"Kami memperkirakan nelayan di Pulau Karimun Besar yang telah menerima bantuan dari pemerintah sekitar 40 persen. Bantuan mulai intensif disalurkan sejak 2011 dan perlu ditingkatkan sehingga secara bertahap nelayan tradisional beralih menjadi modern," katanya. (Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
