KTNA berharap ekspor bungkil kelapa angkat kesejahteraan petani

id KTNA Karimun,ekspor kelapa karimun,PT Saricotama,bupati karimun,aunur rafiq,pulau kundur

Bupati Karimun Aunur Rafiq mendapat penjelasan dari pimpinan PT Saricotama saat melepas ekspor bungkil kelapa ke Malaysia. (Antara News Kepri/Rusdianto)

Jangan meniru jejak nanas pada tahun lalu, baru ekspor perdana tapi tersendat karena produksi nanas dari petani tidak mencukupi
Tanjung Balai Karimun (ANTARA) - Kontak Tani Nelayan Andalan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau berharap ekspor bungkil kelapa ke Malaysia yang dilepas Bupati Aunur Rafiq Kecamatan Kundur, Rabu, bisa mengangkat kesejahteraan petani.

"Tentunya jangan hanya menguntungkan perusahaan, tetapi bisa mengangkat kesejahteraan petani dengan harga jual yang pantas," kata Ketua KTNA Karimun Amirullah di Tanjung Balai Karimun, Kamis.

Amirullah mengapresiasi ekspor bungkil kelapa (kepala yang dilepas dari kulitnya) yang dilakukan PT Saricotama, dan menurut dia hal ini tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah untuk membuat terobosan-terobosan di bidang pertanian.

Dia berharap ekspor bungkil kelapa ini berjalan dengan lancar dan berkesinambungan, dan tentunya harus diiringi dengan pembinaan terhadap petani sehingga hasil panen memenuhi kebutuhan ekspor.

"Jangan meniru jejak nanas pada tahun lalu, baru ekspor perdana tapi tersendat karena produksi nanas dari petani tidak mencukupi," kata dia.

Amirullah juga berharap agar pemerintah daerah terus membuat terobosan-terobosan pada komoditas lain, semisal karet yang saat ini harganya sangat rendah sehingga kurang menguntungkan petani.

"Karet sekarang di bawah Rp10.000 per kilogram. Ini perlu diperhatikan, mungkin dengan cara mengoptimalkan keberadaan BUMD untuk ikut menggarap bisnis karet sehingga petani bisa terbantu," tuturnya.

Ekspor bungkil kelapa dilepas Bupati Karimun Aunur Rafiq di area PT Saricotama di Tanjungbatu, Kecamatan Kundur, bergerak di bidang ekspor komoditas perkebunan, yaitu dagung kelapa, air kelapa dan buah kepala ke Malaysia.

"Saya memberikan apresiasi kepada PT Saricotama. Ekspor produk kepala ini tentunya menciptakan lapangan kerja, khususnya bagi masyarakat di Pulau Kundur, sekaligus membantu memasarkan kepala hasil panen petani," tuturnya.

Dia mengatakan, potensi komoditas kelapa di Kabupaten Karimun cukup besar, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, luas lahan perkebunan kelapa di Karimun mencapai 3.000 hektare dengan produksi mencapai 750 ton per tahun dan produktivitas sekitar 541 kilogram per hektare.

Sementara, PT Saricotama mengekspor bungkil kelapa ke Malaysia setidaknya mencapai 75 ton setiap pekan. 

Baca juga: Bupati optimistis ekspor nanas angkat perekonomian petani

Baca juga: Karimun siapkan kapal ekspor nanas ke Singapura
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar