Logo Header Antaranews Kepri

Akhir tahun, Dishub Kota Batam tambah 10 halte bus baru

Selasa, 9 Desember 2025 07:25 WIB
Image Print
Tampak depan salah satu halte bus di Batam Centre, Kepri. (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam, Kepri (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), membangun 10 halte bus baru pada tahun 2025 untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang saat naik dan turun transportasi massal Trans Batam.

Kepala Dishub Kota Batam Leo Putra menyebutkan Batam memiliki 94 halte yang sudah beroperasi dan dengan tambahan 10 halte baru, jumlahnya akan meningkat menjadi 104 titik layanan.

“Jadi pertama ada di depan Politeknik Batam, lalu di depan perumahan Plamo Garden, di Pandawa, di dekat bundaran Tembesi, di Basecamp Tanjung Uncang,” kata Leo Putra di Batam, Senin.

Baca juga: Penguatan keselamatan kebakaran pulau kecil di Natuna

Ia juga menambahkan lokasi berikutnya yakni di Jalan Bambu Kuning Bukit Tempayan, di depan Perumahan Puskopkar, di seberang SP Plaza, di depan pertokoan Shangrila dan di Batu Besar.

Ia juga mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Trans Batam mengenai kebutuhan halte di seluruh kota.

“Kebutuhan halte di Batam itu sekitar 200. Kita kejar ke arah itu. Tahun ini kita bangun dan pertengahan Desember ini mudah-mudahan selesai,” ujar Leo.

Baca juga: DPRD Batam pastikan investasi tak abaikan tenaga kerja lokal

Menurut dia, memenuhi kebutuhan 200 halte ini dilakukan secara bertahap sambil menyesuaikan anggaran dan dukungan lintas lembaga.

Ia mengatakan terdapat perusahaan, terutama yang memiliki kawasan komersial maupun area yang membutuhkan pengamanan lalu lintas, dan menawarkan kerja sama untuk membangun halte di lokasi mereka.

“Melalui Pemerintah Kota dan BP (Badan Pengusahaan) Batam kita gandeng swasta untuk membangun halte. Banyak yang menawarkan di tempat-tempat pengamanan mereka, jadi mereka akan bantu membuat halte,” katanya.

Baca juga: Lanal Ranai bersihkan sampah kayu di aliran air akibat pasang

Tahun depan, Dishub Batam melakukan analisis kebutuhan halte secara lebih detail, termasuk penentuan titik prioritas yang harus segera dibangun.

Sejumlah kawasan pusat aktivitas yang sudah berkomitmen membangun halte baru, seperti Kepri Mall, Harbour Bay dan Panbil, juga akan diminta memenuhi kewajiban penyediaan halte melalui dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal).

“Kita minta Amdal mereka untuk menyiapkan halte, itu amanatnya,” ujar Leo.

Baca juga: Wagub Kepri berharap seluruh PPPK terdaftar sebagai peserta Taspen pada 2026



Pewarta :
Editor: Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026