
Kadispar: Belum ada Kebersamaan Membangun Wisata Kepri

Batam (Antara Kepri) - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Guntur Sakti menilai, belum ada keselarasan pengelolaan wisata antarainstansi di seluruh kota dan kabupaten provinsi tersebut dalam upaya membangun destinasi wisata unggulan terpadu.
"Prinsip kebersamaan membangun wisata belum terbangun secara maksimal. Keterlibatan dinas-dinas lain untuk mendukung pariwisata juga belum optimal," kata dia di Batam, Minggu.
Guntur menilai, pada tujuh kota dan kabupaten di Kepri masing-masing memiliki wisata unggulan yang belum tergali dan belum dikelola secara maksimal sehingga belum mendatangkan manfaat bagi masyarakat.
"Perlu keterlibatan dan kesadaran semua pihak untuk membangun wisata unggulan terpadu di Kepri pada masing-masing daerah. Perlu keterlibatan sektor lain di luar pemerintah untuk mengembangkannya," kata Guntur.
Ia mengatakan, saat ini pada tujuh kota/kabupaten yang ada sudah mengajukan objek yang hendak dikembangkan menjadi kawasan wisata unggulan ke Dinas Pariwisata Provinsi Kepri.
Kota Tanjungpinang mengajukan Pulau Penyengat dan Hulu Kota Riau (cagar budaya) sebagai kawasan wisata unggulang. Kota Batam mengajukan kawasan wisata Jodoh-Nagoya sebagai kawasan wisata belanja unggulan dan kawasan Jembatan Satu Barelang sebagai objek wisata alam. Kabupaten Bintan mengajukan Pantai Trikora, Gunung Bintan, dan kawasan wisata terpadu Lagoi sebagai unggulan wisata.
Kabupaten Kepulauan Anambas mengajukan air terjun Tujuh Temurun dan Pantai Padang Melang, Natuna mengajukan Pulau Senoa, Pantai Tebih sebagai unggulan wisata, Karimun mengajukan dua objek wisata sementara Lingga juga mengajukan dua objek sebagai tujuan wisata unggulan.
"Dari segi potensi wisata sangat menjanjikan, namun pada beberapa wilayah seperti Natuna, Anambas, Lingga dan Karimun masih belum ada akses yang memadai untuk menjangkau objek-objek unggulan yang akan dikembangkan tersebut," kata Guntur.
Pemerintah Kepulauan Riau, kata dia, pada 2013 menargetkan 1,975 juta wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi provinsi tersebut terutama pada empat pintu masuk, Batam Bintan Karimun Tanjungpinang.
Ia menjabarkan, dari target 1,95 juta wisman, sebanyak 1,25 juta masuk dari Batam, 500.000 wisman dari Bintan, 115.000 wisman dari Karimun dan 110.000 dari Tanjungpinang. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
