Natuna (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, melakukan pencocokan data peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen perangkat desa, guna memastikan ketepatan pembayaran iuran, kelancaran pelayanan, serta terpenuhi hak layanan kesehatan peserta.
Kepala BPJS Kesehatan Natuna Ira Triwahyuni di Natuna, Rabu, mengatakan kegiatan rekonsiliasi atau pencocokan data tersebut dilaksanakan pagi ini di Kecamatan Bunguran Timur.
Menurut dia, rekonsiliasi data dilakukan dengan melibatkan para kepala desa serta pejabat dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dengan total peserta tidak kurang 80 orang. Kolaborasi tersebut bertujuan menyamakan data antara pemerintah desa dan BPJS Kesehatan.
“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas ditemukannya data perangkat desa yang belum tercatat pada segmen Kelompok Pekerja Desa, namun status kepesertaannya masih aktif,” ujar Ira.
Baca juga: Polres Natuna siapkan 6 posko pengamanan Natal & Tahun Baru 2026
Selain pencocokan data, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan sosialisasi program BPJS Kesehatan.
Ia menegaskan kehadiran BPJS Kesehatan memberikan akses layanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat.
Program ini juga melindungi peserta dari beban biaya pengobatan serta berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Selain itu, BPJS Kesehatan turut mencegah risiko kemiskinan akibat sakit, memberikan layanan yang berlaku secara nasional, serta menerapkan prinsip gotong royong dalam sistem jaminan kesehatan.
"Kegiatan rekonsiliasi dan sosialisasi tersebut juga bertujuan memastikan keberlanjutan pelaksanaan program BPJS Kesehatan untuk KP Desa," ucap dia.
Baca juga: Pemkab Natuna berhasil melampaui target nasional luas tanam padi hingga 7,8 ha

Komentar