
Pemkot Batam Hidupkan Kembali Seni Teater Melayu

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam akan menghidupkan kembali seni teater Melayu yang terdapat di tengah masyarakat seperti Mak Yong.
"Pemerintah kota akan membantu perkembangan seni Mak Yong agar tradisi Melayu ini tetap terpelihara baik dan tidak hilang," kata Wakil Wali Kota Batam Rudy saat menyaksikan seni teater Mak Yong di Pulau Panjang, Batam, Jumat.
Seni Mak Yong seperti yang diakui Rudy, di wilayah Batam hanya ada di Pulau Panjang, sebuah pulau kecil yang berpenduduk sekitar 134 kepala keluarga atau 425 jiwa.
Masyarakat Pulau Panjang melalui Sanggar Basri menyuguhkan pertunjukan Mak Yong dalam kunjungan kerja Wakil Wali Kota Batam dengan lakon Puteri Siput Gondang.
Seperti yang diakui Ketua Sanggar Basri, Dorani, sanggar yang dipimpinnya itu semakin lama makin susah dikembangkan, bukan hanya pertunjukan tersebut hanya pada saat-saat tertentu, tetapi juga minimnya anggaran dan tidak adanya bantuan.
"Peralatan musik pengiring sebetulnya harus diperbaharui, tetapi kami tidak punya. Terpaksa peralatan yang dipakai apa adanya," ujar Dorani.
Dalam mengelar pertunjukan peralatan musik pengiring Mak Yong seperti gendang, gong dan gelinang sudah banyak yang lapuk termakan usia dan itu sebabnya setiap kali pertunjukan mereka memakai peralatan musik yang amat terbatas.
"Alhamdulillah dengan kedatangan Bapak Wakil Wali Kota Batam kemari semangat kami untuk seni teater yang kami warisi turun temurun hidup lagi karena pemerintah berjanji mau membantu," katanya.
Dorani menjelaskan, pertunjukan Mak Yong yang dimainkannya bersama kelima adiknya dan ibunya itu merupakan seni pertunjukan yang mereka peroleh turun temurun dari almarhum ayahnya Basri.
"Mak Yong Pulau Panjang ini dulunya sangat terkenal. Ketika Kepulauan Riau masih bergabung dengan Provinsi Riau, kami mendapat juara umum dalam festival teater rakyat di Pekanbaru, dan pada 2006 meraiht juara favorit 1 di Kepri," ujar Dorani.
Seni teater Mak Yong merupakan seni teater Melayu yang dulunya banyak ditemui di pulau-pulau di perairan Kepulauan Riau. Namun kini seni pertunjukan berupa lakon dan tarian itu hanya ada di Pulau Panjang. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
