Logo Header Antaranews Kepri

BNN Kota Tanjungpinang rehabilitasi 58 pemakai narkoba sepanjang 2025

Rabu, 24 Desember 2025 16:17 WIB
Image Print
Kepala BNN Tanjungpinang, Kepri, AKBP Mohammad Dafi Bastomi memberikan keterangan pers capaian kinerja 2025 di Kantor BNN setempat, Rabu (24/12/2025). ANTARA/Ogen.

Tanjungpinang (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) merehabilitasi 58 orang pecandu narkoba sepanjang tahun 2025, atau meningkat dibanding 2024 yang sebanyak 21 orang.

Kepala BNN Tanjungpinang AKBP Mohammad Dafi Bastomi mengatakan para pecandu narkoba yang direhab atau rawat jalan itu didominasi usai produktif 18-45 tahun sebanyak 52 orang.

"Sisanya, 0-18 tahun satu orang, lalu di atas 45 tahun lima orang," kata AKBP Bastomi dalam keterangan pers capaian kinerja 2025 di Kantor BNN Tanjungpinang, Rabu.

Kepala BNN menyebut pecandu narkoba terdiri dari berbagai kalangan, meliputi warga tidak bekerja delapan orang, lalu swasta 26 orang, buruh tujuh orang, ibu rumah tangga dua orang, ASN delapan orang, wiraswasta lima orang, mahasiswa dan nelayan masing-masing satu orang.

Menurutnya hal itu membuktikan bahwa peredaran narkoba telah menyentuh hampir ke semua lini kehidupan masyarakat, sehingga diperlukan upaya dan komitmen bersama berbagai pemangku kepentingan terkait guna memerangi penyalahgunaan narkoba.

Baca juga: Satgas Pangan Natuna pastikan sembako cukup saat Nataru

"Tahun ini, kami juga melaksanakan program pasc rehabilitasi kepada 30 orang serta intervensi berbasis masyarakat di satu lembaga dengan lima peserta," ujarnya.

AKBP Bastomi melanjutkan tahun 2025 berbagai upaya telah dilakukan BNN Tanjungpinang dalam mencegah peredaran narkoba di pusat ibukota Provinsi Kepri itu, di antaranya memperkuat kolaborasi dengan berbagai instansi melalui penandatanganan MoU dan PKS dengan sepuluh lembaga, terdiri dari Lapas Narkotika Kelas II Tanjungpinang, Rumah Detensi, Kementerian Agama, serta beberapa instansi lainnya. Termasuk melakukan penyuluhan di beberapa lembaga pendidikan maupun di pemerintahan dan masyarakat.

Selain itu, lanjut dia, BNN Tanjungpinang turut melaksanakan 12 kali kegiatan tes urine bekerja sama dengan lembaga pemerintahan dan sekolah, dengan total 493 sampel dan satu orang terindikasi positif.

BNN pun melakukan pembinaan penggiat anti-narkoba serta pelatihan bagi mitra lembaga masyarakat.

”Jumlah yang kita laksanakan pengujian ini ada 493 sampel, dan satu orang positif,” ungkapnya.

AKBP Bastomi menegaskan BNN Tanjungpinang terus melakukan upaya berkelanjutan menekan angka penyalahgunaan narkoba, melalui pendekatan pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat.


Baca juga: Bulog Batam pastikan stok beras terjaga hingga 4 bulan



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026