Logo Header Antaranews Kepri

Pemkab Natuna aktifkan rumah kompos di Ranai Darat kurangi sampah

Senin, 12 Januari 2026 16:46 WIB
Image Print
Rumah kompos di Ranai Darat, Natuna, Kepri pada Januari 2026. ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau mengaktifkan rumah kompos di Ranai Darat sebagai upaya mengurangi volume sampah organik.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Natuna Poller Sirait di Natuna, Senin, mengatakan Pemkab Natuna pada 2024 memperoleh dana alokasi khusus (DAK) bidang pengelolaan sampah guna mendukung pengembangan geosite Gunung Ranai.

Dana tersebut digunakan untuk membangun rumah kompos beserta peralatannya. Namun, setelah pembangunan selesai, rumah kompos sempat belum dapat dioperasikan karena beberapa kendala.

"Pengoperasian rumah kompos mulai dilakukan sejak akhir Desember 2025 dan saat ini telah menghasilkan kompos," ucap dia.

Rumah kompos di Ranai Darat, Natuna, Kepri pada Januari 2026. ANTARA/Muhamad Nurman

Dia mengatakan rumah kompos tersebut dikelola oleh kelompok masyarakat setempat. Pembentukan kelompok pengelola dilakukan pada 2025.

Sebelum diserahkan pengelolaannya, para anggota kelompok terlebih dahulu diberikan pembekalan mengenai penggunaan dan perawatan peralatan serta teknis pengelolaan kompos.

Tujuan pembekalan, katanya, agar kompos yang dihasilkan bisa dimanfaatkan dengan maksimal dan peralatan bisa digunakan dalam jangka panjang.

“Sebelum diserahkan ke kelompok pengelola, kami ajarkan cara menggunakan peralatan. Lurah setempat juga cukup antusias,” ujar dia.

Ia mengatakan biaya operasional dinilai tidak besar karena peralatan sudah tersedia secara lengkap.

Kelompok pengelola, kata dia, hanya perlu membeli larutan konsentrat berisi mikroorganisme baik atau EM4 yang berfungsi mempercepat proses pengomposan sekaligus mengurangi bau.

“Untuk sementara biaya listrik masih kami tanggung. Ke depan anggaran tetap disiapkan, dan kebutuhan utamanya hanya EM4 agar proses pengomposan tidak menimbulkan bau,” katanya.


Baca juga: 12 dapur MBG di Batam beroperasi gunakan gas bumi


Baca juga: DKPP Batam giatkan petani jual cabai lokal di 30 titik



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026