
Sekolah Peradaban Ajak Mahasiswa Batam Utamakan Diskusi

Batam (Antara Kepri) - Sekolah Peradaban Madani Movement Batam mengajak mahasiswa mengutamakan diskusi untuk membuka informasi kepada publik, bukan melakukan unjukrasa dengan pengerahan massa yang justru tidak mengundang simpatik.
"Kami mencoba membuat budaya baru, berkumpul di DPRD untuk mendiskusikan tentang permasalahan yang terjadi. Unjukrasa langkah terakhir yang diambil bila keterbukaan informasi tidak diperoleh dengan diskusi," kata seorang pendiri Sekolah Peradaban Madani Movement Batam, Agus Purwanto setelah menggelar diskusi publik di halaman DPRD Kota Batam, Rabu.
Ia mengatakan, Sekolah Peradaban Madani Movement Batam ingin memberi contoh bagaimana cara yang tepat untuk mendapatkan informasi tanpa harus melakukan demonstrasi seperti yang jamak dilakukan kalangan aktivis.
Seorang narasumber dalam diskusi tersebut, Indra Maulana yang pernah menjadi Presiden BEM Universitas Padjadjaran Bandung sekaligus mantan aktivis mahasiswa berpendapat bahwa demonstrasi adalah upaya terakhir.
"Yang lebih penting adalah bagaimana mahasiswa itu berempati dengan lingkungan sekitar, bukan sekadar demonstrasi. Kami menganggap, diskusi merupakan cara paling tepat," kata Indra.
Ia mengatakan, demonstrasi oleh mahasiswa seperti yang dilakukan pada reformasi 1998 dengan berjalan kaki dari Bandung ke Jakarta sudah tidak zamannya lagi.
"Pacareformasi jarang ada demonstrasi yang benar-benar besar. Ini dikarenakan rasa empati mahasiswa terhadap masyarakat sekitar tidak seperti dulu. Karena demonstrasi besar lantaran ada perasaan yang sama," kata dia.
Indra mengatakan mahasiswa harus lebih mengedepankan gagasan-gagasan yang solutif terhadap masalah sekitarnya.
"Yang paling penting bagi mahasiswa adalah terbiasa untuk mendengarkan. Sehingga saat menjadi pemimpin mereka sudah biasa mendengarkan aspirasi masyarakat," kata Indra yang juga staf Kementerian BUMN tersebut.
Ia mengatakan, negara ini sangat punya potensi untuk maju dengan segala sumberdaya yang ada.
"Sekecil apapun yang dibuat oleh mahasiswa untuk masyarakat, merupakan usaha menyalakan lilin di tengah kegelapan," kata Indra. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
