
KPA Batam: Dua Balita Terinfeksi HIV/AIDS

Batam (Antara Kepri) - Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Batam pada Januari hingga Maret 2013 mencatat ada dua balita yang tertular human immunodeficiency virus/acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS) dari kedua orang tua mereka.
"Orang tua anak-anak tersebut terlebih dahulu mengidap HIV/AIDS, mereka menularkan penyakit pada anak-anak mereka," kata Sekretaris Komisi Penggulangan HIV/AIDS Kota Batam Pieter Purek Lolong di Batam, Senin.
Ia mengatakan penyebaran HIV/AIDS di Batam sudah merambah kelompok-kelompok yang tidak termasuk golongan rentan penyebaran virus mematikan tersebut.
"Sejak 2007, ada wanita hamil terjangkit HIV. Itu artinya, anak dari ibu tersebut juga terjangkit HIV meski mereka awalnya bukan golongan rentan terhadap penularan virus mematikan tersebut," kata dia.
Pieter mengatakan penyebaran HIV/AIDS pada kaum ibu dan anak-anak yang dilahirkan rata-rata disebabkan perilaku buruk suami yang suka membeli seks dengan pekerja seks komersial.
"Pada 2013 ada 144 kasus HIV/AIDS dan 63 di antaranya positif AIDS. Dari jumlah tersebut 18 sudah meninggal dunia atau rata-rata enam meninggal per bulan," kata dia.
Ia mengatakan data tersebut diperoleh dari beberapa rumah sakit di Kota Batam seperti RSUD Embung Fatimah, Rumah Sakit Budi Kemuliaan, dan beberapa puskesmas rujukan bagi penderita HIV/AIDS di Batam.
"Hingga akhir April ada 2.350 orang yang memeriksakan pada beberapa rumah sakit tersebut dan 144 dinyatakan terjangkit HIV/AIDS," kata dia.
Menurut Pieter, Batam merupakan wilayah keenam di Indonesia dengan kasus serta perkembangan epidemi HIV dan AIDS tertinggi setelah Papua, DKI Jakarta, Bali, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Pada 1997-2002, kasus HIV di Batam masih tergolong rendah. Pada 2003-2006 perkembangan kasus HIV mulai meningkat namun masih terkonsentrasi di wilayah berisiko tinggi seperti lokalisasi, tempat hiburan malam, dan pada para pengguna napza suntik.
"Sejak 2007 sampai sekarang prevalensi kasus HIV masuk ke dalam kehidupan masyarakat umum," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
