Logo Header Antaranews Kepri

BP Batam: Monorel Perlu "DED" Ulang

Senin, 20 Mei 2013 21:26 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Badan Pengushaaan (BP) Batam bersama Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan perlu melakukan tender ulang "detail engineering design (DED)" monorel yang akan dibangun di Batam sebagai sarana transportasi bagi pekerja.

"Ada kesalahan dalam pembuatan DED awal. Jadi harus dianggarkan untuk pembuatan revisi DED yang baru," kata Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam Ilham Eka Hartawan di Batam, Senin.

Sebelumnya, BP Batam menargetkan pembangunan jalur kereta monorel yang akan menghubungkan kawasan permukiman dengan industri pada pertengahan 2013.

"Rencana awal pertengahan tahun ini relnya akan dibangun. Namun karena DED-nya harus ditender ulang, kami berharap akhir tahun nanti sudah siap dan bisa segera dibangun," kata dia.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam Dwi Djoko Wiwoho sebelumnya mengatakan bahwa pembangunan monorel satu jalur dibangun dari Tanjunguncang-Batam Centre sepanjang 17,7 kilometer dan Bandara Hang Nadim-Batuampar sepanjang 19,6 kilometer.

"Pembangunan sarana monorel ini lebih simpel, karena jalannya berada di atas. Jalur untuk monorel tetap menggunakan row jalan yang ada sekarang yang lebarnya mencapai 200 meter," katanya.

Ia menjelaskan untuk pembangunan sarana jalan beton sarana monorel sendiri memakan biaya Rp65 miliar per kilometer. Sementara harga gerbong sistem monorel per unit mencapai Rp30 miliar dan untuk empat gerbong monorel bisa membawa 406 penumpang.

"Biaya yang dibutuhkan sebesar Rp1,15 triliun untuk membangun jalur Tanjunguncang-Batam Center dan Rp1,24 triliun untuk jalur Bandara Hang Nadim-Batuampar," kata dia.

Anggaran yang akan digunakan ini bisa berasal dari APBN ditambah anggaran BP Batam dan investor.

"Saat beroperasi nanti, kemacetan Batam akan bisa dikurangi. Apalagi pembangunan jalan monorel juga tidak akan mengurangi lebar jalan yang sudah dibangun," kata Djoko.

Sebelumnya, pemerintah Korea Selatan melalui Duta Besar mereka untuk Indonesia berkunjung ke BP Batam dan menyatakan minat membangun sejumlah sarana penunjang FTZ di Batam seperti monorel dan Jembatan Babin (menghubungkan Pulau Batam dan Bintan). (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026