
Penjualan ornamen Imlek di Batam meningkat

Batam (ANTARA) - Sejumlah penjual ornamen Imlek di Kota Batam, Kepulauan Riau, mengaku penjualan barang-barang khas tahun baru Kongzili mengalami peningkatan hingga 50 persen menjelang pergantian tahun.
Pantauan ANTARA di salah satu pusat perbelanjaan di wilayah Batam Kota, Minggu, sebuah stan khusus menjual ornamen Imlek ramai didatangi pembeli.
Mereka sibuk memilih ornamen yang akan mereka pasang di rumahnya, seperti lampion, gantungan penghias ruangan, amplop/angpau, hingga stiker dewa keberuntungan yang dipercayai oleh Umat Khonghucu.
Menurut Flora (25), salah satu penjual di lantai 1 pusat perbelanjaan tersebut, penjualan meningkat hingga 50 persen di H-2 Imlek.
“Sebenarnya seminggu menjelang Imlek sudah mulai ramai sih. Tapi semakin dekat harinya semakin ramai juga yang berbelanja,” ujar Flora.
Dia mengatakan stan ornamen Imlek sudah dibuka sejak awal bulan Februari 2026. Menjual hampir 20 ragam ornamen Imlek, dengan harga terendah Rp9.000 hingga Rp1 juta.
Salah satu ornamen yang paling banyak dicari dan sudah habis terjual yakni lampion yang ada lampunya.
Lampian berwarna merah dengan tulisan (Fu yang artinya uang) dengan diameter kurang dari 1 meter tersebut dibanderol dengan harga Rp1,1 juta untuk sepasang.
“Yang banyak dicari itu Lampion yang ada lampunya. Cuma kami sudah kehabisan stok saat ini, sudah 20 kotak yang terjual,” ujarnya.
Lampion berlampu itu ramai dicari karena diyakini oleh Umat Khonghucu membawa keberkahan. Karena nyala lampu memancarkan warna merah menyala.
“Menurut keyakinan mereka, semakin merah rumah mereka maka semakin berkah,” kata Flora.
Ornamen lainnya yang paling banyak dicari adalah gantungan berupa lampion tetapi berbentuk Nenas dan bawang putih, yang diyakini oleh masyarakat Khonghucu sebagai simbol kedamaian dan doa-doa kebaikan.
“Kami tidak punya ornamen itu, mungkin tidak kebagian, karena kan jual ornamen Imlek ini pesaingnya banyak,” ujarnya.
Ornamen kedua yang juga banyak dibeli adalah Duilian, yakni stiker warna merah dengan tulisan warna emas yang biasa ditempel di dinding rumah atau pintu masuk.
Duilian ini seperti kertas doa yang menjadi harapan masyarakat keturunan Tionghoa di Batam agar diberkahi dan diberikan rezeki pada tahun yang akan.
Selain tulisan doa keberuntungan, ornamen Imlek ini juga dihiasi gambar kuda dan ikan koi. Kuda merupakan shio dari tahun 2577, sedangkan ikan koi adalah lambang keberuntungan.
Di lokasi yang sama terdapat stan ornamen Imlek lainnya yang juga ramai didatangi pembeli.
Menurut Yenni, pedagang lainnya, lokasi penjualan ornamen Imlek di Batam terbanyak berada di pusat perbelanjaan seperti One Batam Mall, BCS dan Nagoya Hill.
Dia menyebutkan pembeli ornamen Imlek bukan hanya warga Kota Batam, tapi juga luar Batam, bahkan dari Singapura juga ada.
“Mayoritas yang membeli warga Batam, tapi ada juga orang Singapura yang berbelanja di sini,” ujarnya.
Mendekati pergantian tahun baru Imlek 2577/Kongzili penjual juga memberikan potongan harga hingga 40 persen. Seperti Chaisan (stiker doa rezeki) yang tadinya dijual Rp90 ribu menjadi Rp38 ribu.
Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili jatuh pada Selasa (17/2). Pemerintah telah menetapkan tanggal 16 Februari sebagai cuti bersama, sehingga masyarakat merasakan libur panjang menjelang masuknya bulan Ramadhan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Penjualan ornamen Imlek di Batam meningkat jelang tahun baru Kongzili
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
