Kopi Luwak Indonesia Diminati Distributor Internasional

id Kopi,Luwak,Indonesia,distributor,Internasional,milan,italia

Batam (Antara Kepri) - Kopi luwak produk Indonesia dalam Pameran Makanan Internasional Tuttofood di Milan, Italia, 18--22 Mei 2013, diminati perusahaan perhotelan, restoran, dan distributor berskala internasional untuk segmen pelanggan kelas atas.

"Permintaan internasional untuk kopi luwak setidaknya mencapai 500 kilogram," kata Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Milan, Sumber Sinabutar, melalui rilis yang diterima Antara Kepulauan Riau di Batam, Rabu.

Kantor ITPC bekerja sama dengan Atase Perdagangan KBRI Roma menyelenggarakan Pameran Tuttofood untuk mempromosikan biskuit, kacang, wafer, crackers, kopi instan, kopi luwak, mi cepat saji, dan bumbu masak produk Indonesia, khususnya di pasar Italia yang masih didominasi produk Thailand, Filipina, dan Vietnam.

Pengunjung pameran tersebut selain pengusaha lokal, juga pembeli, pengimpor, dan pemasok makanan internasional.

Menurut Sinabutar, berbagai perusahaan perhotelan, restoran, dan distributor dari Italia, Jerman, Slovakia, Swiss, Ukranina, Rusia, Polandia, Inggris, Libya, Panama, dan Austria menyatakan tertarik untuk menawarkan kopi luwak ke pelanggan kelas atas.

Selain itu, kata dia, beberapa pengusaha mesin makanan dan minuman otomatis dari Italia juga berminat memasarkan produk kopi instan Indonesia di dalam dan luar negeri.

Kepala ITPC Milan dalam masa pameran tersebut melakukan pembicaraan dengan Gary de Bartel dari industri cokelat batangan Amerika Serikat O New Brands yang sedang sangat membutuhkan suplai cokelat karena pasokan dari Mesir terhenti akibat situasi negara pengekspor yang kurang stabil.

Bartel, menurut Sinabutar, membutuhkan pemasok cokelat kandungan 28 persen untuk memproduksi 150.000 cokelat batangan berukuran 300 gram, serta 350 ribu--400 ribu cokelat batangan berukuran 100 gram per bulan, kata Kepala ITPC Milan.

Perusahaan cokelat batangan di Negeri Paman Sam itu selain mengandalkan pemasok dari Mesir, juga dari Polandia. Namun, dengan kondisi kurs antara euro dan dolar AS yang saat ini terdepresiasi, pembelian menjadi lebih berat bagi pengusaha AS.

Kepala ITCP Milan menambahkan, selama pameran, produk biskuit Indonesia juga mendapatkan perhatian khusus, terutama dari pemasok untuk negara Cuba, Libya, dan Italia.

Sinabutar mengemukakan bahwa potensi pasar Cuba menarik sebab distribusi makanan di negara itu dilakukan langsung oleh pemerintah ke rakyat.

Kantor ITPC Milan juga kedatangan pembeli dari Libya yang mencari produk alternatif untuk persiapan Ramadan, terutama makanan dan minuman untuk mempercepat dalam berbuka puasa (takjil).

Ada pula pembeli dari Inggris yang mencari produk berlabel halal untuk didistribusikan melalui jaringan toko Asia dan etnik di seluruh negerinya.

Pameran Tuttofood dikunjungi Duta Besar Indonesia untuk Italia August Parengkuan.

Menurut Kepala ITPC Milan, bila semua transaksi dalam pameran lima hari itu terwujud, nilainya dapat mencapai 300.000 euro. (Antara)
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar