
Pemkab Natuna cegah potensi konflik lewat Tim Kewaspadaan dini

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau terus berupaya mencegah potensi konflik di tengah masyarakat dengan mengoptimalkan peran Tim Kewaspadaan Dini.
Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Natuna, Tri Agung Prawira, di Natuna, Kamis, menjelaskan Tim Kewaspadaan Dini dibentuk sebagai wadah untuk menjaring, menampung, serta mengoordinasikan berbagai data dan informasi dari setiap anggota tim.
Informasi tersebut berkaitan dengan kondisi, potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) yang bisa terjadi di daerah.
Tim ini bertugas melakukan deteksi dan pencegahan sejak dini terhadap berbagai kemungkinan, mulai dari bencana alam, persoalan sosial, hingga konflik antarwarga.
Hasil pemantauan itu kemudian menjadi bahan pertimbangan dan rekomendasi bagi pimpinan daerah dalam mengambil kebijakan.
Baca juga: Baznas Batam targetkan himpun zakat fitrah Rp560 juta tahun 2026
“Tim ini beranggotakan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, BIN, BAIS, Kejaksaan, hingga perwakilan masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan, para anggota tim rutin berkoordinasi melalui berbagai media komunikasi, termasuk grup pesan singkat dan pertemuan langsung. Pertemuan dilakukan dalam skala kecil maupun besar, sesuai kebutuhan dan situasi yang berkembang.
Untuk pertemuan skala besar dilakukan tiga bulan sekali dengan pembiayaan dibebankan pada APBD, sementara skala kecil tergantung kondisi dan tidak dibebankan di APBD.
"Pada pertemuan skala besar seluruh anggota hadir di satu ruangan guna menyampaikan laporan terkini dari masing-masing instansi terkait program Kegiatan dan laporan perkembangan situasi daerah," ujar dia.
Baca juga: Jaksa Penuntut Umum tetap tuntut mati ABK bawa sabu 2 ton
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
