
BUP Batam Garap Labuh Jangkar Perairan Nipa

Batam (Antara Kepri) - Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Batam sepakat bekerja sama dengan PT Asinusa Putra Sekawan untuk menggarap labuh jangkar dan alih kapal di perairan Pulau Nipa, kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan.
"Perjanjian kerja sama ini dalam rangka menunjang kegiatan labuh jangkar dan alih muat barang dari kapal ke kapal, pencucian kapal dan kegiatan penunjang lainnya di wilayah perairan Pulau Nipa," katanya usai penandatanganan nota kesepahaman di Batam, Senin.
Perairan Pulau Nipa memiliki potensi tinggi untuk usaha kepelabuhanan karena lokasinya yang strategis di Selat Malaka.
"Setiap tahun 300-400 kapal yang lewat Selat Malaka. Ini perlu dimanfaatkan, karena selama ini Singapura yang memanfaatkannya," kata wali kota.
Ditanya potensi pendapatan daerah dari kerja sama itu, wali kota enggan menjawab. "Ini baru mulai, baru payung hukumnya, belum sampai sana," kata dia.
Direktur BUP Batam Failasuf di tempat yang sama mengharapkan BUP sudah bisa memberikan PAD pada APBD 2014.
"Nilainya belum, tetapi bisa menyejahterakan rakyat," kata dia.
Sebagai gambaran saja, kata dia, setiap bulan terdapat 20 kapal yang datang dan pergi di daerah labuh jangkar itu.
Ia mengharapkan operasional kerja sama dua perusahaan itu bisa dilaksanakan pada Juli 2013.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Zulhendri mengatakan PT Asinusa Putra Sekawan memiliki wilayah kerja seluas 40 hektare di perairan Pulau Nipa. Wilayah itu yang nantinya akan dilayani bersama oleh BUP Batam dan PT APS.
"Baru wilayah perairan saja, nanti daerah daratnya menyusul untuk pelabuhan," kata dia.
Kerja sama BUP Batam dan PT APS merupakan wujud implementasi peranan pemerintah daerah dan swasta untuk ambil bagian dalam pengelolaan kawasan yang selama ini belum digali secara optimal.
Diharapkan kerja sama tersebut dapat meningkatkan pendapatan asli daerah serta eksistensi pengembangan perusahaan untuk menggerakkan sektor ekonomi demi kesejahteraan bersama.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
