
Pemkab Karimun akan Tambah Anggaran RSUD

Karimun (Antara Kepri) - Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, akan menambah anggaran perawatan sarana dan prasarana rumah sakit umum daerah untuk meningkatkan layanan dan kenyamanan bagi pasien.
"Tidak hanya anggaran perawatan untuk RSUD, puskesmas juga demikian," kata Bupati Karimun Nurdin Basirun usai membuka rapat kerja kesehatan di Tanjung Balai Karimun, Senin.
Nurdin mengatakan wajar jika sarana prasarana di RSUD rusak karena terus digunakan, apalagi barang-barang yang rentan gangguan, seperti pendingin ruangan atau yang lainnya.
"Kita tidak perlu menyalahkan siapa-siapa, yang harus kita lakukan adalah membenahi pelayanan salah satunya dengan menambah anggaran," katanya tanpa menyebut nilai anggaran yang akan ditambah itu.
Menurut dia, status badan layanan umum daerah untuk RSUD Karimun, memang harus diiringi dengan pelayanan yang profesional dan tidak terkesan memilah-milah pasien.
"Perbaikan dan penggantian peralatan dan sarana prasarana kan ada prosedurnya. Jadi, tidak ada yang perlu disalahkan," kata dia.
Sejumah pasien Jamkesmas, pada pekan lalu mengeluhkan buruknya pelayanan RSUD Karimun. Mereka terpaksa membawa kipas angin karena pendingin ruangan tempat mereka dirawat rusak selama sepekan, terhitung sejak mereka dirawat.
Direktur RSUD Karimun Agung Martyarto dalam keterangan persnya beberapa waktu lalu mengatakan, kerusakan ruang pendingin tersebut tidak hanya karena keterbatasan anggaran, tetapi akibat kekurangan pegawai yang bertugas merawat fasilitas di RSUD tersebut.
"Kami mengapresiasi masukan rekan-rekan media, namun kerusakan fasilitas ruangan itu bukan tidak akan diperbaiki, tapi ada prosedur yang harus kami lalui," ucapnya.
Menurut Agung, status BLUD memang memberi kesempatan bagi RSUD untuk mengelola sendiri keuangannya, namun untuk pengadaan dan perawatan barang tetap harus mengikuti standar akuntansi.
"Kami tidak bisa sembarang beli. Ada pos-pos dan prosedurnya," tambahnya.
Penambahan Dokter
Pada kesempatan sama, Kepala Dinas Kesehatan Karimun Sensissiana juga mengatakan akan menambah dokter pada puskesmas yang masih kekurangan, salah satunya di Kecamatan Moro.
"Kami juga akan tambah dua dokter umum di Puskesmas Moro sehingga bisa mengoptimalkan pelayanan masyarakat di sana," katanya.
Sensissiana mengatakan, saat ini dokter yang bertugas di kecamatan tersebut baru satu orang sehingga belum mampu memberikan pelayanan bagi masyarakat.
"Memang, jumlah dokter yang ideal untuk Moro tiga orang. Perbandingannya, satu dokter akan melayani 2.500 jiwa," ucapnya.
Ia mengatakan pihaknya mendapat tambahan 8 dokter PTT yang akan ditugaskan di sejumlah kecamatan. (Antara)
Editor: Nusarina Yuliastuti
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
