Logo Header Antaranews Kepri

SAR Tanjungpinang cari nelayan hilang kontak di perairan Lingga

Minggu, 15 Maret 2026 13:19 WIB
Image Print
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) mencari seorang nelayan yang dilaporkan hilang kontak di perairan Desa Sungai Pinang, Kecamatan Lingga Timur, Minggu (15/3/2026). ANTARA/HO-Humas SAR Tanjungpinang

Tanjungpinang (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) mencari seorang nelayan Rahman (65) yang dilaporkan hilang kontak di perairan Desa Sungai Pinang, Kecamatan Lingga Timur.

Kepala Kantor SAR Tanjungpinang Fazzli mengatakan laporan kehilangan korban diterima SAR pada Sabtu (14/3), pukul 16.25 WIB, melalui Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepri Distrawandi.

"Hingga saat ini, status korban masih dinyatakan dalam pencarian," kata Fazzli dalam keterangannya di Tanjungpinang, Minggu.

Ia menjelaskan kronologis kejadian bermula ketika korban berangkat melaut untuk menjaring ikan bawal pada Jumat (13/3), sekitar pukul 16.00 WIB.

Korban yang biasanya sudah kembali ke daratan pada pukul 22.00 WIB, namun tak kunjung tiba hingga dini hari.

Pihak keluarga yang merasa khawatir kemudian melakukan upaya pencarian mandiri Sabtu dini hari, pukul 01.00 WIB hingga 03.00 WIB.

"Dalam proses pencarian itu, keluarga hanya berhasil menemukan perahu dan jaring milik korban dalam kondisi kosong di lokasi kejadian," ungkap Fazzli.

Fazzli menyampaikan titik koordinat kecelakaan kapal diperkirakan berada pada posisi 0°19'47.76"S - 104°49'33.83"T, dengan jarak tempuh sekitar 24,7 Nautical Miles (NM) dari Unit Siaga SAR Lingga pada radial 89,7 derajat.

SAR Tanjungpinang telah mengerahkan satu tim penyelamat yang berjumlah tujuh personel menuju lokasi kejadian kecelakaan (LKK) guna mencari korban Rahman.

"Tim SAR masih melakukan penyisiran dan pencarian di lokasi kejadian. Mudah-mudahan korban dapat segera ditemukan," demikian Fazzli.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026