
Pemkab Bintan bangun 3 sumur bor di wilayah terdampak kekeringan

Bintan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) segera membangun tiga sumur bor dan penampungannya di tiga wilayah terdampak kekeringan, yakni Kelurahan Tanjung Permai, Kelurahan Teluk Lobam dan Desa Teluk Sasah.
"Sudah kami laporkan ke Pak Bupati, beliau langsung menyetujui. Pertama, sesegera mungkin dibangun sumur bor, target kita minimal dua pekan ke depan sudah bisa beroperasi," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan Rony Kartika di Bintan, Selasa.
Sambil menunggu pembangunan tersebut, kata dia, suplai air bersih dari organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Bintan dan bantuan dari swasta (BIIE) tetap menyasar ke pemukiman warga terdampak kesulitan air imbas kemarau selama satu bulan terakhir.
Menurut Rony, sumur bor itu akan menjadi sumber air bersih yang bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat secara gratis selama 24 jam penuh.
Tiga titik sementara sumur bor di halaman Kantor Lurah dan Kantor Desa masing-masing lokasi dimaksud, karena ketiganya merupakan lahan milik Pemkab Bintan.
"Jika ada masyarakat yang lokasinya lumayan jauh ke titik itu, kita lihat lagi, apakah ada lokasi lain yang memungkinkan untuk dibangun sumur bor, baik secara lahan maupun lainnya, karena ini akan dimanfaatkan masyarakat secara terbuka," ujar Ronny.
Sementara untuk langkah jangka menengah dan jangka panjang, lanjut Rony, Pemkab Bintan akan melakukan kajian serta perhitungan terkait sumber air baku dari waduk-waduk yang bisa dimanfaatkan, seperti waduk di Kampung Limau (Desa Busung), volume air serta kandungan pH airnya secara teknis telah memenuhi standar air baku SPAM.
Ia menambahkan sampai saat ini Pemkab Bintan melalui semua OPD dan swasta terus mendistribusikan bantuan air bersih bagi masyarakat akibat musim kemarau panjang. Total ada 24 ribu lebih kepala keluarga (KK) hampir di delapan kecamatan se-Bintan terdampak kekeringan.
Pewarta : Ogen
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
