Logo Header Antaranews Kepri

DLH Natuna catat terjadi penurunan kualitas udara

Rabu, 1 April 2026 13:39 WIB
Image Print
Karhutla di Natuna pada Maret 2026. ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau mencatat kualitas udara di beberapa lokasi, salah satunya di Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, mengalami penurunan dari kategori baik ke sedang.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Natuna Harmidi dikonfirmasi dari Batam, Rabu, mengatakan data tersebut diperoleh dari hasil pemantauan DLH Kabupaten Natuna melalui aplikasi pemantau kualitas udara serta citra satelit yang digunakan untuk mendeteksi sebaran asap dan titik panas.

Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah lokasi, dengan total luas yang terbakar diperkirakan mencapai lebih dari 100 hektare.

Baca juga: BPBD Kepri: Hampir 95 persen karhutla karena kesengajaan

Kategori sedang menunjukkan kualitas udara masih dapat diterima, namun berpotensi menimbulkan dampak bagi kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, serta penderita gangguan pernapasan.

Kualitas udara terbagi menjadi empat kategori, meliputi baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat dan berbahaya.

“Untuk hari ini kualitas udara di Ranai (ibu kota kabupaten) sedang, sementara semalam kategori baik,” ucap dia.

Kondisi udara kategori sedang dapat menimbulkan iritasi ringan pada mata dan tenggorokan, serta berkurangnya kenyamanan saat beraktivitas di luar ruangan.

Baca juga: Kemenkum Kepri ambil sumpah 3 anak berkewarganegaraan ganda jadi WNI

Oleh karena itu masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar bagi kelompok sensitif tersebut , serta menjaga kondisi kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih.

DLH Natuna juga terus berupaya menyampaikan informasi terkini terkait kondisi kualitas udara dan cuaca kepada masyarakat setiap hari melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial.

"Langkah ini dilakukan sebagai bentuk edukasi dan upaya pencegahan agar masyarakat dapat lebih waspada terhadap perubahan kondisi lingkungan akibat karhutla," ujar dia.

Baca juga:
Prakiraan cuaca Kepri 1 April: Awan tebal mendominasi, Lingga hujan

Polres Anambas minta masyarakat waspada penipuan daring



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026