Logo Header Antaranews Kepri

KBB: Penghayatan Pancasila Mampu Bangkitkan Indonesia

Sabtu, 29 Juni 2013 20:05 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Komunitas Bakti Bangsa berpendapat, Indonesia bisa menjadi salah satu kekuatan besar dunia apabila memiliki generasi muda yang mampu menghayati dan mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya.

"Namun yang terjadi saat ini, banyak generasi muda Indonesia justru terjebak dalam gaya hidup liberal atau sebagian diantaranya memilih sosialisme," kata Ketua Komunitas Bakti Bangsa Provinsi Kepulauan Riau (KBB Kepri) Eva Fransiska, Sabtu.

Pernyataan itu disampaikannya saat memberi sambutan pada seminar memperingati Hari Lahirnya Pancasila di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang.

Eva mengemukakan, masyarakat Indonesia, khususnya Kepri harus mampu menyelami kembali pemikiran para Bapak Bangsa (founding fathers) ketika merumuskan Pancasila dulu. Semangat para Bapak Bangsa inilah yang harusnya dijalankan oleh para generasi muda saat ini.

"Kita harus dapat mengambil nilai politif dari pendiri negeri," ujarnya di hadapan sekitar 400 orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang menjadi peserta seminar itu.

Ketua Stisipol Raja Haji Tanjungpinang Zamzami A Karim yang menjadi satu dari empat narasumber dalam seminar tersebut menjelaskan bahwa ketika merumuskan Pancasila dulu, para Bapak Bangsa bukan memikirkan diri mereka sendiri, melainkan gelisah memikirkan bagaimana nasib bangsa ini di masa yang akan datang.

Oleh karena itu, lanjut dia, dilahirkanlah Pancasila untuk menjadi perekat dan filosofi untuk membangun nusantara ini.

"Kesaktian Pancasila itu sudah terbukti. Sila-sila yang terkandung pada Pancasila terbukti mampu menyatukan bangsa Indonesia, yang memiliki beragam budaya, suku dan agama," ungkapnya.

Seminar yang mengambil tema "Menggali Semangat Para Pendiri Bangsa (Founding Fathers) untuk Kejayaan Indonesia Masa Depan" ini juga menampilkan narasumber lainnya, yakni Ketua Fraksi Demokrat DPRD Tanjungpinang Maskur Tilawahyu, Kepala Badan Kesbangpolinmas Provinsi Kepri Syafri Salisman, dan Humas Polres Tanjungpinang AKP Imawan Rantau.

Maskur Tilawahyu dalam pemaparannya menjelaskan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila kini telah mulai memudar di masyarakat Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari berbagai perkembangan di masyarakat, di mana budaya materialisme dan liberalisme yang berasal dari Barat justru banyak mempengaruhi pola pikir masyarakat.

"Untuk membangun bangsa ini, kita perlu melahirkan para pemimpin dan elite politik yang cerdas. Namun, kaum ilmuwan atau alim ulama akan sulit memenangi pemilihan umum apabila mereka tidak memiliki uang. Padahal, negara ini membutuhkan para pemimpin dan politisi yang memiliki latar belakang keilmuan dan religius," lanjut Maskur.

Hampir senada dengan Maskur, Kepala Kesbangpolinmas Kepri Syafri Salisman melihat bahwa saat ini demokrasi yang ada di Indonesia sudah berjalan ke arah yang tidak menentu. Nilai-nilai Pancasila sudah tidak lagi diamalkan dalam proses berdemokrasi, sehingga yang terjadi adalah perpecahan bangsa.

Karena itu, Syafri melihat, bila bangsa ini ingin bangkit kembali, maka seluruh elemen bangsa harus mau mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila itu sendiri.

Moderator seminar, yang juga Anggota Dewan Pembina Komunitas Bakti Bangsa (KBB) Trisno Aji Putra menjelaskan bahwa memang seminar ini ditujukan untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan bangsa yang kini tengah dihadapi.

KBB fokus menggelar berbagai kajian ilmiah untuk mengajak masyarakat sama-sama mendorong terciptanya kemajuan bagi Indonesia. Seminar ini sendiri merupakan program rutin yang digelar KBB setiap bulan, dengan berbagai tema yang terkait kondisi keindonesiaan dan kemasyarakatan.

Selain seminar rutin, KBB juga memiliki program Kepri Mengajar, yakni program yang ditujukan untuk memberikan pendampingan secara cuma-cuma kepada masyarakat miskin yang berada di daerah pesisir. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026