Logo Header Antaranews Kepri

Tarian Indonesia Disambut Warga Kota Parma Italia

Kamis, 4 Juli 2013 15:45 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Beberapa tarian tradisional Indonesia yang dipentaskan pelajar putri SMP Bakti Mulya 400 Jakarta, disambut hangat hadirin di Kota Parma, Italia, kata Asosiasi Rela Hati selaku penyelenggara.

Pementasan tarian tradisional Indonesia pada Sabtu (29/6) itu juga yang pertama kali di Kota Parma, imbuh Ketua Asosiasi Rela Hati, Ina Wahyuningsih Hardjosantoso dalam rilis yang diterima di Batam, Kamis.

Grup kesenian SMP Bakti Mulya 400 terdiri atas 31 penari putri berada di Italia bermuhibah untuk pergelaran bertajuk "Viaggio in Indonesia" (Perjalanan di Indonesia) dalam festival pemuda internasional di Ferierre. Mereka, kemudian diboyong Asosiasi Rela Hati ke Parma, kota di Italia utara.

Di kota penghasil keju parmesan tersebut, mereka mementaskan tarian tradisional Sumatera Utara, Aceh, Jawa, Kalimantan dan Bali. Di panggung itu pun ditampilkan vokal grup komunitas WNI di Parma yang dipimpin Dubes Indonesia untuk Italia August Parengkuan membawakan lagu nasional.

Penampilan mereka, tutur Ina, diapresiasi hadirin, begitu juga terhadap aneka masakan khas seperti rendang, satai, dan nasi kuning suguhan warga masyarakat Indonesia di Parma, kota pusat makanan enak Italia.

"Respons positif memberikan harapan bahwa warga Italia juga menyukai makanan khas Indonesia," kata Ina.

Bahkan, ujarnya, Giuseppe Leporati, seorang pengusaha restoran dan gedung pertemuan pendukung kegiatan tersebut menyatakan sangat puas dan terkesan oleh sajian seni serta budaya Indonesia, dan akan kembali mendukung kegiatan di Parma jika kembali diselenggarakan pada tahun depan.

Asosiasi Rela Hati adalah organisasi sosial kemanusiaan yang didirikan pada 18 April 2011 oleh warga Indonesia di Parma, demikian disebutkan dalam siaran pers tersebut.

Kegiatan organisasi itu antara lain mempromosikan pesta budaya, penjualan produk buatan tangan, serta membuka sanggar tari dan musik tradisional Indonesia di Parma.

Saat ini Rela Hati beranggotakan empat orang Indonesia, dan lima orang Italia.

Kegiatan yang telah dilakukan komunitas itu antara lain bersama pemerintah daerah Muggio Milan dan Misionaris Xaverian menggalang dana untuk pembangunan gedung sekolah dasar di Aceh yang rusak total akibat bencana tsunami, berpartisipasi setiap tahun dalam pesta multikultural untuk pendanaan organisasi, serta pengumpulan dana sosial tidak langsung di Italia bersama masyarakat Indonesia di Prancis untuk membantu korban banjir Jakarta 2013.

Lalu, bersama dengan asosiasi dari negara Rwanda dan India, membuka sanggar tari etnik. Bersama dengan Club Casa Cultural di Parma mengikuti pameran alat-alat musik tradisional.

Pada November 2013 hingga Maret 2014, dijadwalkan Rela Hati berpartisipasi dalam Festival Indonesia di Brescia yang diorganisasikan oleh Misionaris Xaverian di Brescia, Italia. (Antara)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026