Makna dibalik tarian kolosal Lingga Terbilang Gemilang

id Makna dibalik tarian kolosal Lingga terbilang gemilang,hari jadi kabupaten lingga,termiskin

Makna dibalik tarian kolosal Lingga Terbilang Gemilang

Para penari kolosal di acara penutupan (Disbud Lingga)

Terima kasih kepada teman teman OPD, bagian umum, protokol, disdik dan lain-lain yang semua terlibat menyukseskan berbagai kegiatan sempena mmperingati hari jadi ke 16 Kabupaten Lingga tahun ini
Lingga (ANTARA) - Kabupaten Lingga baru saja merayakan 16 tahun menjadi daerah otonom, dalam perhelatan tersebut ada penampilan tarian kolosal yang diberi nama tarian Lingga Terbilang Lingga Gemilang, yang sampai dua kali ditampilkan pada perhelatan tersebut, atas permintaan masyarakat.

Liuk lampai para penari yang dibawakan oleh anak-anak remaja dari berbagai sekolah di Kabupaten Lingga tersebut, dengan ditata oleh koreografer asal Lingga yang bermukim di Pekanbaru Provinsi Riau, serta dibantu para pelatih tari dari Ibukota Kabupaten Lingga sendiri, membuat mata terkagum-kagum saat menyaksikannya.

"Tarian ini tadinya memang didesain, hanya untuk hari puncak, namun karna banyaknya permintaan sehingga kita tampil juga di hari penutupan, kemarin," kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, Muhammad Ishak yang menjadi insiator lahirnya tarian tersebut, kepada Antara, Sabtu.

Beribu makna yang tersirat dari setiap hentakan kaki para penari, liukan tangan, dendangan musik, hingga gerak lincah badan para penari yang berjumlah 75 orang tersebut.

Tarian tersebut menggambarkan, bagaiamana harapan keberhasilan pemerintah dalam pengembangan sektor unggulan Kabupaten Lingga yang dipadu dengan kegemilangan masyarakat Lingga yang santun, dan religius sebagai budaya masyarakat melayu.

"Ini sangat terkait dengan tema hari jadi ke-16 yang diangkat oleh Pemkab Lingga, yaitu promosi unggulan daerah dan peluang investasi," jelasnya.

Butuh waktu tidak sebentar untuk menghasilkan, sebuah karya seni tarian yang ditampilkan hingga dua kali tersebut. Anak-anak remaja dari Kecamatan Lingga ini, berhari-hari datang ke Replika Sri Istana Damnah untuk berlatih, atau tepatnya dua bulan lamanya mereka berlatih.

Ada rasa bangga yang lahir dari para penari, karya tiap liuk lampai mereka disaksikan, tidak hanya masyarakat dari Kabupaten Lingga sendiri, namun para tetamu dari berbagai negara dan berbagai daerah yang datang di perhelatan tersebut, juga ikut berdecak kagum menyaksikan liuk lampai mereka.

Berbagai kegiata juga sajikan dihari terakhir sebagai puncak semarak Lingga terbilang 2020 yang digelar mulai dari siang hingga malam, diantaranya lomba kuliner dari bahan sagu, pesta rakyat, persembhan sanggar dari Pekanbaru, tampilan dari Adi Lankevin dan kawan-kawan, serta ditutup dengan joget dangkong.

Ditambahkan Kadisbud Lingga Muhammad Ishak mengatakan, semoga seluruh rangkaian kegiatan semarak Lingga Terbilang yang telah dihelat selama sepekan ini, selain dapat mmberikan informasi dan hiburan juga ingin menunjukkan secara lebih nyata bahwa Pemkab Lingga terus berusaha dan berihtiar sekuat tenaga dan pikiran agar Lingga harus berubah lebih maju dari hari ini. 

"Terima kasih kepada teman teman OPD, bagian umum, protokol, disdik dan lain-lain yang semua terlibat menyukseskan berbagai kegiatan sempena mmperingati hari jadi ke 16 Kabupaten Lingga tahun ini," ujarnya.

Dihubungi terpisah Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Muhammad Juramadi Esram mengatakan, memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh komponen yang terlibat pada perhelatan tersebut, sehingga semarak Lingga terbilang 2020, berjalan dengan sukses.

"Termasuk juga kepada Polri, TNI dan Satpol PP, secara umum, alhmdulilah semua kegiatan yang dirancang dapat brjalan lancar dan mudah mudahan kerja kerja yang kita lakukan ini, diridhai oleh Allah SWT dan Kabupaten Lingga kedepan semakin maju," jelasnya. (Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar