Tarian sinergitas TNI-Polri meriahkan HUT Bhayangkara

id HUT Bhayangkara di Karimun,tarian sinergitas TNI-Polri,Kapolres Karimun,Hengky Pramudya

Tarian sinergitas TNI-Polri di Karimun. (foto: Istimewa)

Tarian ini dibawakan penari gabungan dari Polri dan TNI, dan penari Pelangi Budaya Studio Karimun, merupakan garapan baru yang menggambarkan tatanan kehidupan masyarakat yang kuat karena bersatu
Karimun (Antaranews Kepri) - Tarian yang diberi nama Sinergitas TNI-Polri memeriahkan perayaan HUT Bhayangkara ke-72 yang dipusatkan di pelataran Panggung Rakyat Putri Kemuning, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Rabu.

Tarian Sinergitas TNI-Polri disuguhkan puluhan polisi dan prajurit TNI AD dan AL dengan menggunakan seragam masing-masing namun ditambah dengan sehelai kain tenun khas Melayu yang melilit di pinggang.

"Tarian ini dibawakan penari gabungan dari Polri dan TNI, dan penari Pelangi Budaya Studio Karimun, merupakan garapan baru yang menggambarkan tatanan kehidupan masyarakat yang kuat karena bersatu," kata koreografer Pelangi Budaya Studio Karimun, Ahadian Zulseptriadi di sela-sela acara tersebut.

Gerak dan langkah para penari yang serasi, menurut dia, menggambarkan sikap saling menjaga dan mengisi antara satu sama lain yang diiringi rentak musik zapin Melayu.

Tarian tersebut, menurut dia, merupakan binaan Danlanal Karimun Letkol Laut (P) Didik Wahyudi, Dandim 0317/Karimun Letkol Arm Rizal Analdie dan Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya.

Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya mengatakan, tarian sinergitas TNI-Polri merupakan gambaran kekompakan antara TNI dan Polri di Karimun.

"TNI-Polri terus bersinergi, dan tarian merupakan simbol kekompakan dan kebersamaan," kata dia.

Dalam perayaan HUT Bhayangkara ke-72, menurut Kapolres, TNI-Polri membaur bersama mengikuti upacara dan rangkaian kegiatan yang juga dihadiri Bupati Karimun Aunur Rafiq.

"Di usia yang ke-72, Polri harus lebih humanis, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan memahami perubahan kultur di tengah-tengah masyarakat," kata dia.

Dia mengakui tantangan yang dihadapi cukup besar, seperti kondisi geografis Karimun yang terdiri dari pulau-pulau, sementara jumlah personel sangat terbatas.

"Cara untuk mengatasi tantangan dan hambatan adalah penguatan personel itu sendiri. Polri harus terus berkolaborasi dan berimprovisasi dengan masyarakat," katanya.

Dia menambahkan, sesuai amanat Kapolri, segenap anggota Polri tidak boleh berpuas diri dengan apa yang dicapai selama ini, tetapi terus meningkatkan kemampuan dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.

"Ke depan kita akan menghadapi tantangan tugas yang lebih berat. Semua elemen harus terlibat, apalagi dunia internasional telah menempatkan Indonesia dalam 10 negara teraman di dunia," kata dia.

Perayaan HUT Bhayangkara ke-72 juga diisi dengan sejumlah kegiatan, seperti pemberian penghargaan kepada sejumlah polisi yang berprestasi.
Pewarta :
Editor: Kabiro kepri
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar