
Pemkab Natuna sediakan pusat pembelajaran keluarga tingkatkan kualitas pengasuhan

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menyediakan pusat pembelajaran keluarga (puspaga) sebagai ruang aman bagi masyarakat untuk mendapatkan pendampingan dalam meningkatkan kualitas pengasuhan dan kehidupan keluarga.
Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Natuna, Cici Anggresta di Natuna, Ahad, mengatakan layanan puspaga dirancang secara komprehensif dan dapat diakses masyarakat secara gratis.
Puspaga memberikan layanan kepada lima kelompok sasaran, yakni keluarga, anak, orang tua atau wali, calon pengantin, serta masyarakat umum.
Bagi keluarga, puspaga menjadi wadah untuk membangun keluarga yang berkualitas, harmonis, dan berdaya melalui penguatan ketahanan keluarga. Untuk anak, layanan difokuskan pada pemenuhan hak, perlindungan dari kekerasan dan eksploitasi, serta penanganan persoalan psikososial.
Sementara itu, bagi orang tua atau wali, puspaga berperan memberdayakan mereka agar mampu menjalankan pengasuhan berbasis hak anak serta pendidikan karakter secara optimal. Bagi calon pengantin, puspaga menyediakan layanan konseling dan edukasi pranikah, termasuk upaya pencegahan dini terhadap stunting.
Untuk masyarakat umum, puspaga menghadirkan layanan informasi, edukasi, dan konsultasi bagi siapa saja yang membutuhkan.
"Layanan puspaga bisa diakses secara gratis dengan datang langsung ke tempat, di Jalan Pramuka," ucapnya.
Baca juga: Pemprov Kepri harap gaji PPPK diambil alih oleh pemerintah pusat
DP3AP2KB Natuna mencatat, sepanjang 2025 Puspaga aktif melaksanakan layanan konsultasi, konseling, penjangkauan, rujukan, serta bimbingan masyarakat.
Perluasan jaringan juga terus dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk Forum Anak, SPNF SKB (sekolah nonformal), SLB (sekolah luar biasa) Natuna, serta mitra lainnya.
Menurut Cici, intensitas kegiatan di 2025 meningkat dibandingkan 2024, hal itu terlihat dari optimalnya seluruh layanan yang berjalan di puspaga.
Ia menambahkan, masyarakat kini semakin mengenal dan mempercayai puspaga sebagai lembaga yang membantu menyelesaikan persoalan perempuan dan anak.
Pencapaian itu menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan konseling, edukasi, pencegahan, dan perlindungan bagi anak serta keluarga. Ke depan, puspaga diharapkan mampu mewujudkan layanan yang ramah anak dan mendukung tumbuh kembang generasi yang lebih baik.
Dengan tujuan utamanya adalah memperkuat ketahanan keluarga, mencegah pernikahan usia anak, menyediakan pendampingan, menekan kenakalan remaja dan anak tidak sekolah, serta memastikan pemenuhan hak anak melalui pengasuhan yang ramah.
"Pelayanan di puspaga bersifat promotif dan preventif, jika permasalahan sudah mengarah ke ranah hukum atau perlu intervensi lebih lanjut maka kasus akan diarahkan ke UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak guna mendapatkan layanan pendampingan lebih lanjut," ujar dia.
Baca juga: SAR gabungan selamatkan 2 nelayan Kepri hanyut ke perairan Malaysia
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
