Logo Header Antaranews Kepri

Dubes Afsel Berencana Kunjungi BP Batam

Kamis, 11 Juli 2013 15:39 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Delegasi Afrika Selatan yang dipimpin Duta Besar untuk Indonesia Noel N Lehoko berencana mengunjungi Badan Pengusahaan Batam, Jumat (12/7), untuk membicarakan tentang investasi.

"Selain Duta Besar, ada dua pejabat dari Kedubes Afrika Selatan untuk Indonesia yang ikut berkunjung ke BP Batam. Delegasi akan membicarakan masalah investasi dengan Kepala BP Batam Mustofa Widjaja," kata Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam Ilham Eka Hartawan di Batam, Kamis.

Ia mengatakan, delegasi tersebut akan berada di Batam sampai Senin (16/7) dan berencana mengunjungi sejumlah instansi lain seperti Politeknik Batam, Pemerintah Kota Batam, dan Kantor Pemerintah Provinsi Kepri di Graha Kepri Batam.

"Rencana kunjungan tersebut merupakan yang kedua setelah pada Maret lalu juga ada sejumlah delegasi dari Afrika Selatan juga mengunjungi BP Batam untuk menjalin kerjasama bidang pengembangan kawasan bebas," kata dia.

BP Batam, kata Ilham, berharap kunjungan tersebut akan semakin meeratkan kerjasama antara BP Batam dengan Afrika Selatan terutama bidang perdagangan dan industri.

Sebelumnya, Gubernur Provinsi Eastern Cape Afrika Selatan, Naxolo Kiviet juga menyatakan keinginan negaranya berkeinginan meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi dengan Indonesia termasuk dengan kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas (free trade zone/FTZ) Batam.

Ia menyatakan, Afrika Selatan tengah fokus meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Salah satu upayanya dengan memperkuat kerja sama dengan Indonesia.

Saat berkunjung ke Batam itu dia mengatakan, sejumlah pengusaha dari Eastern Cape tertarik untuk menanamkan investasi di Batam dalam sektor maritim termasuk perikanan, perkapalan, pertanian, dan pariwisata dengan bekerja sama dengan BP Batam.

"Kerja sama dengan BP Batam merupakan salah satu upayanya membuka pasar jasa pelabuhan kargo Afrika-Asia agar memudahkan lalulintas barang," kata dia.

Saat ini, kata dia, Eastern Cape memiliki pelabuhan "transhipment" besar yang memungkinkan untuk membuka pasar komoditas ke Asia terutama Indonesia dan sebaliknya.

"Kami merasa harus mencari peluang jasa kargo dan logistik di pasar Asia. Untuk membuka pintu pasar tersebut, kami harapkan bisa melalui Batam," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026