
Pasar Ramadhan Karimun Dijubeli Pembelanja

Karimun (Antara Kepri) - Beberapa pasar ramadhan di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Jumat sore dijubeli warga yang berbelanja kebutuhan berbuka puasa sehingga memacetkan arus lalu lintas.
Suasana di Jalan Ahmad Yani tersebut ramai dengan pembelanja di lapak-lapak para pedagang. Lalu lintas kendaraan macet akibat banyaknya pembelanja dan kendaraan.
Beberapa polisi mengatur arus lalu lintas yang padat merayap sepanjang hampir 1 kilometer, mulai dari jalan depan Mapolres Karimun hingga lampu merah simpang tiga Sei Lakam.
Lebih dari seratus lapak pedagang sejak awal Ramadhan berjejer di pinggir jalan utama yang menghubungkan pusat kota Tanjung Balai Karimun menuju Kecamatan Meral.
Puluhan lapak pedagang juga tampak berjejer di depan Pasar Baru yang berlokasi di belakang Swalayan Oriental.
Nia, seorang pembelanja mengatakan, mendatangi pasar kaget tersebut untuk memenuhi kebutuhan berbuka puasa.
"Saya membeli beberapa macam kue untuk berbuka di rumah. Lebih praktis daripada bikin sendiri," katanya.
Yunus, pemuda setempat mengatakan, pasar dadakan tersebut dibuka untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan berbuka puasa.
"Lapak di depan Pasar Baru disewakan kepada pedagang. Setiap tahun, lokasi tersebut memang jadi pusat jajanan, pembeli tidak hanya umat Islam yang berpuasa, tetapi juga umat agama lain," katanya.
Tuti, pedagang mengatakan, dirinya setiap tahun menggelar lapak aneka kue, minuman dan makanan untuk kebutuhan berpuasa.
"Semuanya ada di sini, harganya murah meriah saja," katanya.
Menurut Tuti, dagangannya bermacam-macam, mulai dari kue risoles, bakwan, kue lapis hingga lemang tersedia bagi pembeli dengan harga bervariasi, mulai dari Rp500 hingga Rp1.000 per potong.
Sedangkan minuman mulai dari teh manis, cendol, air tahu dan air tebu dengan harga mulai dari Rp2.000 hingga Rp3.000 per botol.
"Kalau kue, yang paling diminati pembeli lemang karena jarang ditemukan pada hari biasa. Sedangkan minuman ya cendol dan air tahu," ucapnya.
Ia mengatakan dagangannya laris sejak mulai berjualan dengan omzet mencapai Rp750 ribu per hari.
"Lumayan buat tambahan untuk beli baju lebaran kami sekeluarga," ucap Tuti yang mengaku punya dua anak itu.
Bujang mengatakan dirinya tidak hanya menjual aneka kue dan minuman, tetapi juga menyajikan lauk-pauk, termasuk juga pecal dan gado-gado.
"Kalau malas memasak, datang ke sini saja. Lauk pauk seperti ikan goreng, ayam gulai, dan lainnya tinggal beli, harganya murah, per potong mulai dari Rp7.000 hingga Rp10.000," ucapnya.
Menurut Bujang, pasar dadakan di Jalan A Yani memang sudah menjadi tradisi setiap tahun saat menyambut Ramadhan.
"Warga sekitar sini tidak perlu ke Balai, cukup ke sini kalau ingin membeli makanan untuk berbuka," kata dia.
Selain di Jalan A Yani, pasar dadakan juga berlangsung di Jalan Lingkar atau Coastal Area Tanjung Balai Karimun, Kelurahan Baran Meral, PN Tebing dan beberapa ruas jalan utama lainnya. (Antara)
Editor: Jo Seng Bie
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
