
Kemnakertrans Ambil Alih BLK Batam

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah pusat melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengambil alih Balai Latihan Kerja (BLK) Batam yang sebelumnya dikelola Badan Pengusahaan Batam.
"Kami sudah sepakat, BLK akan kami kelola, setelah serah terima, BLK akan kami renivasi," kata Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas Kemnakertrans RI, Abdul Wahab Bangkona usai rapat bersama Pemkot Batam dan BP Batam, Rabu.
Ia mengatakan, pengambilalihan BLK dilakukan agar bisa berfungsi maksimal. Pemda dinilai tidak memiliki anggaran yang cukup untuk mengelola BLK, sementara Kemnakertrans memiliki dana khusus untuk BLK.
Kemnakertrans menargetkan BLK bisa dioperasikan pada tahun ini, setelah renovasi bertahap yang diperkirakan selesai 2014. Abdul Wahab memperkirakan dibutuhkan dana minimal Rp5 miliar untuk renovasi.
Rencananya, selain renovasi gedung yang sudah ada, kementerian juga berencana membangun gedung baru, jika disiapkan lahan oleh BP.
BLK diharapkan menjadi jawaban tantangan dunia industri di Batam yang membutuhkan pekerja handal. Karena selama ini penanam modal mengeluhkan pekerja Batam yang kurang berkualitas.
Nantinya, BLK di Batam disesuaikan dengan kebutuhan industri, yaitu pelatihan welding, manufaktur dan lainnya.
Di tempat yang sama, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan pemerintah dan BP akan membubarkan dulu yayasan BLK, baru kemudian menyerahkannya ke pemerintah pusat.
Ia mengakui pemerintah daerah tidak memiliki dana yang cukup untuk mengelola BLK. Padahal, menurut dia, BLK sangat penting mencetak tenaga kerja yang dibutuhkan industri di FTZ Batam, karena selama ini banyak tenaga kerja di Batam yang belum dilengkapi dengan kemampuan tinggi.
Dalam beberapa kali Bursa Tenaga Kerja yang dilakukan Pemkot Batam, dari sekitar 6.000 lowongan pekerjaan yang ditawarkan perusahaan-perusahaan, hanya 3.000 saja yang bisa diisi. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
