
PLN pastikan semua gardu induk listrik di Sumbar sudah menyala

Kota Padang (ANTARA) - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat (Sumbar) memastikan seluruh gardu induk di provinsi tersebut sudah berhasil dinyalakan kembali pascagangguan sistem kelistrikan trans-Sumatera yang memicu pemadaman massal sejak Jumat (22/5) malam.
General Manager PLN UID Sumbar, Ajrun Karim, menjelaskan bahwa tim teknis terus bergerak cepat di lapangan untuk memulihkan pasokan arus listrik secara total kepada masyarakat.
"Sampai dengan pukul 05.00 WIB, 60 persen sistem sudah pulih dan kita masih terus mengupayakan agar bisa normal menyala hingga 100 persen," kata Ajrun Karim saat dikonfirmasi di Kota Padang, Sabtu (23/5).
Meskipun 21 gardu induk di Sumbar sudah beroperasi normal, PLN mencatat masih terdapat 175 penyulang (feeder) yang padam dari total 394 penyulang yang ada.
PLN menegaskan bahwa kondisi infrastruktur kelistrikan di Sumbar dalam keadaan aman, khususnya pada jaringan tegangan rendah dan menengah. Saat ini petugas di lapangan tengah berfokus melakukan proses pembebanan pada masing-masing titik penyulang agar aliran listrik kembali normal ke rumah pelanggan.
"Semua gardu induk sudah menyala, ini tinggal proses pembebanan di masing-masing titik penyulang saja," kata dia.
Mengenai penyebab utama blackout yang terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 18.44 WIB tersebut, pihak PLN belum dapat memberikan rincian secara mendetail. Namun, dugaan sementara mengindikasikan adanya gangguan sistem kelistrikan yang berasal dari arah Provinsi Jambi.
Gangguan interkoneksi ini diketahui tidak hanya berdampak pada wilayah Sumbar, melainkan juga memicu pemadaman listrik di beberapa provinsi lain di pulau Sumatera, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Riau.
PLN mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memantau perkembangan penanganan gangguan ini secara berkala melalui aplikasi PLN Mobile atau layanan contact center PLN 123.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PLN pastikan seluruh gardu induk listrik Sumbar sudah menyala
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
