Logo Header Antaranews Kepri

Pembukaan Lahan Ilegal di Barelang Terus Berlangsung

Senin, 19 Agustus 2013 17:25 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Kegiatan pembukaan lahan ilegal di kawasan Batam Rempang Galang (Barelang) yang masuk wilayah Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau yang statusnya masih hutan buru dan belum dilimpahkan ke daerah terus berlangsung.

"Pembukaan lahan untuk perkebunan ilegal, karena masih berstatus hutan buru dan di bawah pengawasan Kementerian Kehutanan," kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas Badan Penguasaan (BP) Batam, Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Senin.

Saat ini sepanjang kanan kiri jalan Lintas Barelang yang dihubungkan dengan enam jembatan dari Kota Batam sejauh sekitar 60 kilometer dipenuhi oleh perkebunan berbagai komoditas seperti sayur mayur, buah-buahan termasuk perkebunan buah naga.

Pihak yang tidak bertanggungjawab membuka lahan disana dengan cara membakar hutan atau semak-semak belukar hingga mengakibatkan kepulan asap tebal.

Api yang melahap berbagai jenis tanaman hutan di lokasi tersebut terlihat jelas berkobar dan asapnya juga mengepul membumbung tinggi hingga dapat terlihat sejak dari jembatan lima Barelang yang menghubungkan Pulau Rempang dengan Pulau Galang.

Selain pembukaan lahan untuk perkebunan, pada beberapa titik kawasan tersebut juga terdapat peternakan dan sejumlah kawasan wisata yang dikelola swasta dan pemerintah.

"Saat ini BP Batam belum berwenang melakukan pengawasan dan pengalokasian lahan di sana karena pemerintah pusat belum menyerahkan ke daerah dan mengubah status lahannya. Harus hati-hati, statusnya masih hutan buru," kata dia.

Beberapa warga masyarakat yang ditemui di Desa Air Lingka, Pulau Galang Baru, Kecamatan Galang, Minggu, mengungkapkan kobaran api dan kepulan asap tebal dari areal hutan belukar yang terlihat jelas di seberang kampung mereka.

"Kawasan hutan itu sengaja dibakar untuk ditanami jabon. Sejak pagi api berkobar terus dan asapnya tebal," ujar salah seorang warga Air Lingka, Hendra.

Menurut dia, pihak perusahaan yang membangun areal perkebunan jabon sengaja melakukan pembakaran hutan untuk membuka lahan baru dan proses pembukaan dengan cara membakar itu juga telah pernah dilakukan beberapa bulan lalu.

"Sebagian kawasan sudah gundul dan ditanami bibit jabon. Saya tidak tau nama pasti perusahaan tetapi warga kami di sini banyak diajak untuk menanam bibit jabon terutama yang perempuan," kata dia.

Ia menjelaskan, masyarakat desanya tidak hanya diajak bekerja untuk menanam bibit, tetapi juga untuk membersihkan lahan untuk perkebunan baru itu. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026