Logo Header Antaranews Kepri

BP Batam Ambil Bagian "Indonesia Hebat Expo"

Selasa, 20 Agustus 2013 19:53 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Badan Pengusahaan (BP) Batam ambil bagian dalam Indonesia Hebat Expo di Jakarta Convention Centre yang digelar bersamaan Kongres Diaspora (perantau) Indonesia ke-2 18-20 Agustus 2013 untuk menunjukkan peluang investasi kawasan perdagangan bebas Batam.

Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dwi Djoko Wiwoho mengatakan BP Batam ingin memberikan berbagai informasi mengenai perkembangan investasi, serta prospek pembangunan Batam di masa depan sebagai kawasan industri yang kompetitif di kawasan Asia Tenggara.

"Hingga hari ini, masyarakat sangat antusias untuk mengetahui lebih banyak mengenai pengembangan investasi, infrastruktur dan pengembangan green industry BP Batam," kata dia.

Ia mengatakan, banyak pengunjung datang ke gerai BP Batam untuk mencari informasi mengenai perkembangan Batam sebagai kawasan ekonomi strategis dan berstatus wilayah perdagangan bebas (free trade zone/FTZ).

"Keikutsertaan BP Batam dalam acara Kongres Diaspora Indonesia ke-2 pada 2013 diharapkan dapat memberikan nilai tersendiri dalam prospektif masyarakat Indonesia, tentang investasi yang dikembangkan di Batam," kata Djoko.

Joko berharap, informasi yang didapat dalam ajang tersebut akan dibawa peserta kembali ke daerah perantauan dan mendatangkan investasi ke Indonesia utamannya Batam.

Diaspora Indonesia dibuka langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Turut hadir mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan jajaran menteri kabinet, antara lain Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin, Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan, dan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Kepala Badan Intelijen Negara (Letjen) Marciano Norman, dan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Pati Jalal.

Peserta diaspora yang hadir berasal dari 5 benua, tepatnya dari 55 cabang di 26 negara seperti Afrika Selatan, Singapura, Belanda, Suriname, Taiwan, China, Malaysia, Jepang, Qatar, Amerika Serikat, Australia, Kaledonia Baru, dan Kanada.

Kongres tersebut merupakan kelanjutan dari kongres pertama yang digelar di Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada 6-8 Juli 2012. Sebanyak 3.800 peserta hadir dalam Kongres Diaspora Indonesia (KDI) II meski target awal hanya 3.000 peserta.

Menurut data dari Kemenlu RI, sampai saat ini, jaringan Diaspora Indonesia pada level nasional telah berdiri di 26 negara dan lebih dari 4,6 juta warga Indonesia berada di luar negeri.

Selain itu, warga negara asing asal Indonesia juga berjumlah jutaan dan mereka tinggal di negara-negara seperti Suriname, Afrika Selatan, Madagaskar, dan Kaledonia Baru.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026