
Demokrat Kepri Optimistis Dapat 15 Persen Kursi

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Partai Demokrat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) optimistis mendapat 15 persen dari 45 kursi anggota legislatif yang diperebutkan 11 peserta Pemilu 2014.
"Kami yakin dapat meraih itu. Kondisi saat ini memungkinkan Partai Demokrat di Kepri semakin besar dan maju," kata Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Kepri Surya Makmur Nasution yang dihubungi dari Tanjungpinang, Selasa.
Ia menambahkan, jumlah kursi di DPRD Kepri yang diperoleh Partai Demokrat pada Pemilu 2009 sebanyak tujuh kursi. Saat itu Partai Demokrat berhasil menempatkan kadernya sebagai Wakil Ketua I DPRD Kepri.
Pada Pemilu 2014 seluruh kader dan simpatisan Partai Demokrat Kepri akan bekerja keras untuk mendapat suara dan kursi terbanyak. Untuk memperolehnya, Partai Demokrat Kepri lebih fokus menggarap suara di Batam, Bintan dan Natuna.
Hal itu disebabkan jumlah kursi yang diperebutkan di Batam lebih banyak dibanding daerah lainnya. Sementara di Bintan, lanjutnya, Ketua DPD Partai Demokrat Kepri Apri Sujadi melakukan berbagai pergerakan politik yang disukai masyarakat.
"Kami juga yakin Partai Demokrat dapat menggarap suara yang banyak di Natuna," ujarnya, yang juga bakal caleg Kepri daerah pemilihan Batam.
Terkait berbagai persoalan hukum yang melanda pengurus dan mantan pengurus Partai Demokrat di tingkat pusat, Surya berpendapat tidak terlalu mempengaruhi Kepri. Kasus-kasus itu tidak memperburuk citra Partai Demokrat.
"Pengaruh dari berbagai kasus itu pasti ada, tetapi tidak terlalu dirasakan di Kepri. Kami yakin Partai Demokrat di Kepri akan semakin maju," ujarnya.
Sementara terkait strategi politik yang akan dijual kepada masyarakat agar memilih Partai Demokrat pada Pemilu 2014, Surya belum ingin mengomentarinya. Kader Partai Demokrat, kata dia, diwajibkan bekerja keras dan berbuat yang terbaik untuk kepentingan masyarakat.
"Kami sudah melakukan berbagai hal untuk kepentingan masyarakat. Kami akan selalu bekerja keras untuk kepentingan publik," katanya.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
