
2015 Kepri Bebas Anak Putus Sekolah

Batam (Antara Kepri) - Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani menargetkan tahun 2015 Kepri bebas dari anak putus sekolah akibat kekurangan biaya, dan pemerintah berupaya memberikan beasiswa kepada warga kurang mampu.
"Tahun 2015, tidak ada lagi anak yang tidak sekolah karena kekurangan biaya," kata Gubernur Kepri Muhammad Sani di Batam, Rabu.
Menurut Gubernur, pendidikan sangat penting untuk membangun masa depan anak, bangsa dan negara, karenanya ia ingin seluruh anak Kepri mengenyam pendidikan tinggi.
Ia mengatakan pemerintah provinsi terus memberikan beasiswa kepada seluruh siswa tidak mampu, namun tetap ingin sekolah. Sampai 2013 saja, Pemprov Kepri sudah membiayai sekitar 36.000 siswa tidak mampu dari seluruh kabupaten kota di Kepri.
Beasiswa, kata dia, tidak hanya diberikan kepada anak Kepri untuk bersekolah di dalam provinsi, melainkan juga sampai Padang, Solo, Jakarta, Bandung, Yogyakarta hingga Makassar.
"Bahkan ada juga beasiswa ke Mesir," kata dia.
Gubernur mengakui, beasiswa yang diberikan Pemprov Kepri masih kurang. Masih ada anak Kepri yang putus sekolah karena tidak mampu. Namun, menurut dia, itu hanya karena kelalaian petugas dalam mendata.
"Jangan salahkan Gubernur. Salahkan petugas yang mendata," kata Gubernur.
Ia juga meminta warga segera melapor ke pemerintah bila menemukan anak yang putus sekolah akibat biaya agar bisa dibantu.
Sementara itu, pada peringatan Hari Pendidikan Nasional Mei 2013 Pemprov Kepri memberikan beasiswa kepada sebanyak 14.560 siswa SMA sederajat se-Kepri yang keluarganya berkategori miskin.
Total beasiswa yang diberikan mencapai Rp15,724 miliar.
Gubernur juga menyerahkan bantuan biaya pendidikan untuk mahasiswa sebesar Rp10 miliar dengan jumlah penerima sebanyak 3.500 orang dengan rincian masing-masing untuk jenjang pendidikan S1 Rp2,5 juta, untuk S2 Rp5 juta dan untuk S3 Rp10 juta per orang per tahun. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
