Logo Header Antaranews Kepri

Wali Kota Batam Pastikan UMK Naik

Jumat, 1 November 2013 13:54 WIB
Image Print
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan saat menemui ribuan buruh yang berunjuk rasa dalam mogok nasional di halaman Kantor Wali Kota Batam, Jumat.(antarakepri.com/yj naim)

Batam (Antara Kepri) - Wali Kota Batam Kepulauan Riau, Ahmad Dahlan memastikan Upah Minimum Kota tahun 2014 naik dibanding tahun sebelumnya, namun belum ada kepastian besaran kenaikannya.

"UMK pasti di atas UMK sekarang," kata Wali Kota saat menemui ribuan buruh yang berunjuk rasa dalam mogok nasional di halaman Kantor Wali Kota Batam, Jumat.

Wali Kota meminta maaf karena belum bisa mengumumkan penetapan UMK karena masih harus menunggu hasil rapat Dewan Pengupahan terakhir pada Rabu (6/11).

"Insya Allah, rapat berikut putuskan UMK," kata dia.

Wali Kota mengatakan dalam menetapkan UMK, pemerintah harus memikirkan seluruh aspek, yang berujung pada kesejahteraan pekerja.

"Kita sama-sama berjuang. Buruh masih menjadi masalah di semua daerah," kata dia.

Wali Kota mengatakan mengerti aksi yang dilakukan pekerja demi kesejahteraannya. Namun, di sisi lain, ia juga memahami keberatan pengusaha.

"Kami bersimpati pekerjan demikian juga perusahaan," kata dia.

Sementara itu, aktifis Serikat Pekerja Metal Indonesia, pekerja melakukan aksi mogok nasional untuk mencapai target kenaikan upah 50 persen.

"Angka 50 persen itu bukan angka mengada-ngada. Tapi itu sebenarnya karena kenaikan harga," kata dia.

Ribuan pekerja memadati halaman Kantor Wali Kota menyampaikan empat tuntutan, yaitu kenaikan UMK 50 persen, penghapusan outsorcing, pemberlakuan BPJS sepenuhnya dan penetapan UU Pekerja Rumah Tangga.

Dalam aksinya, pekerja membawa bendera SPMI, dan delapan spanduk berisi tuntutan buruh. Satu di antaranya memuat wajah Ketua KPK Abraham Samad dengan tulisan "kalau enggak di korupsi penghaslan terendah orang di Indonesia Rp30 juta per bulan,".(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026