
Cita Rasa Bir Batam Hadir di Singapura

PADA pertemuan di meja kayu solid hitam legam dalam ruangan ditata mirip bar ala cerita film koboi, pria itu berujar, "Kami menyayangi orang Indonesia, dan berharap semakin banyak yang berkunjung ke sini."
Sang pria adalah Morazani Shaiddin, General Manager Snow City Singapore yang bersama Ketua Pelaksana Science Centre Singapore (SCS) Lim Tit Meng pada akhir November 2013 menerima kunjungan beberapa wartawan dari Batam, Kepulauan Riau.
Snow City adalah tempat wisatawan merasakan hawa minus lima derajat Celsius, mengamati iglo atau meluncur di atas hamparan salju buatan yang membeku sepanjang tahun.
Letaknya satu kompleks dengan gedung SCS dan teater IMAX di Jurong Town Hall Road 22, Singapura.
Rasa sayang Norazani erat kaitannya dengan 25 persen hingga 35 persen dari seluruh wisatawan asing yang bertandang ke Snow City berkebangsaan Indonesia.
Selain dari berapa pelabuhan udara yang terhubung dengan sejumlah kota Nusantara, Negeri Singa banyak mendapatkan kunjungan melalui lima terminal feri internasional di Pulau Batam, dua di Pulau Bintan, dan satu di Pulau Karimun Besar, Kepulauan Riau.
Karena itu, SCS dan Snow City kerap mengundang wartawan berbagai media dari Batam untuk menginformasikan program terbaru dan unggulan setiap menjelang akhir tahun kalender Gregorian, Idul Fitri, dan liburan sekolah.
Menjelang Natal 2013 dan Tahun Baru 2014, Snow City menyuguhkan atraksi baru berupa boneka manusia salju berukuran 2,6 meter x 5,2 meter, tempat puluhan orang sekaligus berfoto di depannya.
Boneka berbahan baku 2,8 ton es balok itu dibuat selama empat pekan oleh pematung es kenamaan Singapura, Jeffrey Ng.
Pada setahun silam, ia menyelesaikan sejumlah patung keluarga dinosaurus yang hingga kini dipajang pada galeri unggulan Snow City, dan diakui Buku Rekor Singapura sebagai pameran patung es terbesar.
"Dino World Ice Gallery" berisi arca karya Jeffrey sudah setahun menetap di ruang seluas 14,5x7,4 meter dengan suhu minus 10 derajat Celsius.
Snow City sehari-hari dibuka pukul 10.00--18.00, sedangkan pada hari-hari libur umum atau sekolah hingga pukul 19.00.
Di lantai I gedung itu tersedia konter penjualan foto serta makanan dan minuman ringan cepat saji, dan di lantai II segera terdapat restoran penyedia bir tanpa pengawet (fresh beer) setiap hari dari pukul 10.00 hingga 24.00.
"Bekerjasama dengan investor, mulai 20 Desember 2013 di lantai ini kami membuka The Alpine Restaurant and Brewery," kata GM Snow City.
Ia mengedepankan bahwa pemilik restoran itu mengadopsi konsep dan cita rasa dari satu perusahaan 'fresh beer' di Batam.
"Cita rasanya terkemuka dan telah kami kenal," ujar Norazani yang sering ke Batam, kota pulau berjarak tempuh 45 menit hingga 60 menit dengan kapal laut dari Terminal Feri Internasional HarbourFront, Singapura itu. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
