
36 Rumah Tidak Berizin di Batam Dirobohkan

Batam (Antara Kepri) - Tim terpadu Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batam, Kepolisian, Anggota TNI-AD, Senin siang akhirnya berhasil merobohkan 46 rumah tidak berizin di samping Perumahan PLN Batam Centre, Kota Batam meski sempat mendapatkan perlawanan dari penghuni.
"Kami sudah memberikan surat peringatan hingga empat kali. Karena tidak juga dibongkar sendiri akhirnya terpaksa kami robohkan," kata Kepala Satpol PP Kota Batam, Hendri di Batam, Senin.
Ia mengatakan, rumah yang sebagian besar semi permanen tersebut berdiri pada lahan yang akan digunakna untuk pelebaran ruas jalan alternatif ke Bandara Internasional Hang Nadim dari Batam Centre.
Pelebaran jalan dengan penambahan ruas baru saat ini sudah sampai pada samping lahan yang digusur dan menyisakan bangian pada rumah yang dirobohkan paksa petugas.
"Masyarakat sudah diberikan kelonggaran waktu, namun tidak dibongkar. Karena segera akan dibangun jalan, maka pagi ini (Senin pagi) kami bongkar," kata dia.
Seorang korban penggusuran, Usman, mengatakan kecewa pada petugas yang membongkar paksa rumah-rumah kawasan tersebut karena pembahasan gantirugi yang difasilitasi Komisi I DPRD Kota Batam belum menemui kata sepakat.
Ia juga mengatakan, sebelumnya ada kesepakatan tidak ada pembongkaran sampai gantirugi disepakati.
"Namun tiba-tiba rumah kami dibongkar. Padahal belum ada kesepakatan gantirugi. Kami binggu mau kemana lagi," kata dia.
Usman mengatakan, jika memang lahan yang ditempati akan dibangun jalan, masyarakaat setuju jika ada gantirugi setidaknya seharga bahan-bahan untuk membangun rumah.
"Kami sebenarnya setuju-setuju saja. Asal ada gantirugi setidaknya Rp5 juta per rumah," kata Usman.
Pembongkaran yang dilakukan sejak Senin pagi sempat mendapat penghadangan dari penghuni rumah tidak berizin.
Masyarakaat bersikeras tidak mau digusur tanpa gantirugi. Adu jotos antara petugas dengan warga sempat terjadi hingga seorang pemilik rumah dilarikan ke rumah sakit.
"Katanya 30 rumah sudah dikeluarkan uang gantiruginya, namun belum satupun dari kami menerimannya. Siapa makan hak kami," teriak seorang warga ditengah kerumunan yang berupaya menghalangi pembongkaran rumahnya.
Meski mendapat perlawanan, namun pembongkaran berjalan terus hingga akhirnya seluruh rumah dirobohkan.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
