
Nalayan Natuna Takut Melaut

Natuna (Antara Kepri) - Nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) cabang Natuna di Kecamatan Bunguran Timur Laut dan Bunguran Timur mengaku tak berani melaut karena gelombang tinggi serta angin kencang yang terjadi dalam beberapa hari belakangan ini.
"Gelombang dan badai tak bisa ditebak sekarang. Lebih baik kita stop melaut dulu hingga cuaca normal kembali," ujar Awaludin, nelayan desa Tanjung, Kecamatan Bunguran Timur Laut.
Senada dengan itu, Khairul, nelayan Teluk Beruk, Sepempang juga mengaku sudah hampir sebulan terakhir dia tidak berani melaut. Dia hanya melakukan aktivitas mencari ikan di pantai.
"Sampan saya tak sanggup melawan badai dan ombak, takut terjadi apa-apa, lebih baik pilih aman dulu," ungkapnya.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Cabang Natuna, Zainuddin mengatakan, dampak dari musim utara tersebut membuat kawatir para nelayan lokal. Selain angin yang kencang juga ombak yang tinggi.
"Ini merupakan dampak yang terjadi pada musim utara yang hampir terjadi setiap tahunnya. Para nelayan lebih banyak tak melaut, bahkan hampir semuanya," jelas Zainuddin.
Curah hujan dengan intensitas cukup lebat yang terjadi di wilayah Natuna dalam beberapa hari terakhir ini, merupakan dampak peralihan musim, yang biasa di kenal oleh warga musim utara. Kondisi ini diperkirakan akan terus terjadi hingga beberapa bulan ke depan.
"Jika musim utara tiba, beberapa aktivitas perekonomian terhenti. Seperti nelayan. Musim utara akan mencapai puncaknya hingga bulan Maret mendatang. Pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, musim utara ini merupakan waktu yang di kwatirkan oleh masyarakat Natuna," katanya. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
