
Herlini Amran: Perempuan Jangan Abaikan Perannya

Batam (Antara Kepri) - Anggota DPR RI Fraksi PKS Daerah Pemilihan Kepulauan Riau, Herlini Amran menginginkan kaum perempuan tidak mengabaikan perannya sebagai ibu, pendidik dan turut memajukan bangsa.
"Perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa. Perempuan dapat melahirkan dan mendidik anak-anak yang akan menjadi penerus pemimpin bangsa masa depan. Kalau perempuan Indonesia baik, maka generasi yang dilahirkan juga baik," kata dia dalam acara Wirid Akbar di Batam, Jumat.
Ia mengatakan peran kaum perempuan di Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena kemajuan bangsa ini tidak lepas juga dari peran kaum perempuan.
"Selama ini perempuan Indonesia sudah ikut berperan membangun bangsa ini. Maka, kedepan perempuan harus lebih baik agar berperan lebih besar dalam kemajuan bangsa ini," kata Herlini.
Herlini mengatakan, kapasitas keilmuan perempuan merupakan bekal utama peran serta dalam pembangunan.
"Apapun posisinya, menuntut ilmu menjadi hal utama. Dengan ilmu, perempuan bisa berperan lebih dalam pembangunan meski dari lingkungan keluarga," kata dia.
Selain itu, salah satu cara perempuan agar lebih baik adalah perempuan harus memiliki keimanan kepada Tuhan atau memiliki spiritual yang baik.
Perempuan, kata dia, juga harus memiliki tingkat kepatuhan dan ketaatan kepada suami bila sudah menikah atau orang tua bagi perempuan yang belum menikah.
"Perempuan di Indonesia juga harus melakukan taubat secara totalitas atas kekeliruan dan kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja," kata Herlini.
Sejak Kamis (26/12), Herlini Amran melakukan serangkaian kegiatan di Batam dalam rangka reses.
Selain melaksanakan Wirid Akbar di Seilekop Batam, Herlini juga mengunjungi Yayasan Muhammadiyah di Kabil, Nongsa, Batam.
Ia mengatakan, ingin menjaring aspirasi dari masyarakat Batam termasuk kaum perempuan.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
