
KPU Karimun Siapkan Dua TPS Khusus

Karimun (Antara Kepri) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, menyiapkan dua tempat pemungutan suara (TPS) khusus pada Pemilihan Umum 2014.
"Dua TPS khusus itu masing-masing di Rumah Tahanan Negara (Rutan) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karimun," kata Ketua Divisi Teknis Pemungutan Suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karimun Raja Anwar di Tanjung Balai Karimun, Kamis.
Raja Anwar mengatakan, TPS khusus Rutan disiapkan untuk para penghuni Rutan agar dapat menggunakan hak pilihnya, sedangkan TPS di RSUD untuk para pasien yang tidak bisa memilih di tempat mereka berdomisili.
"Rata-rata pemilih pada setiap TPS berkisar 400 hingga 500 orang, tujuannya agar proses pemungutan suara cepat selesai sehingga penghitungannya rampung menjelang sore," katanya.
Menurut dia, jumlah TPS se-Kabupaten Karimun pada Pemilu yang digelar 9 April 2014 sebanyak 491 TPS.
Mengenai logistik yang digunakan saat pemungutan suara, menurut dia sebagian besar sudah tersedia di gudang termasuk termasuk logistik yang disediakan KPU Provinsi Kepri antara lain formulir isian, kotak suara dan bilik suara.
Sebagian kotak dan bilik suara, kata dia lagi, menggunakan kotak dan bilik suara yang digunakan dalam Pemilu 2009 yang kondisinya dalam keadaan baik.
"Jumlah kotak suara yang dibutuhkan dalam Pemilu 2014 sebanyak 1.962 buah, terdiri atas kotak suara untuk DPR, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota dan DPD. Sedangkan bilik suara sebanyak 1.736 buah," tambahnya.
Beberapa jenis logistik seperti paku untuk pencoblosan, karet, bantalan, tanda pengenal dan lainnya yang semuanya berjumlah 11 item disiapkan KPU kabupaten.
Mengenai surat suara, segel dan tinta, menurut dia disiapkan KPU pusat yang dicetak sesuai dengan jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan ditambah dua persen dari total pemilih dalam DPT.
"Jumlah surat suara yang akan dicetak belum kita ketahui karena jumlah pemilih dalam DPT masih belum final. Kami perkirakan jumlah pemilih dalam DPT baru final dua pekan sebelum pemungutan suara," ucapnya.
Saat ini, kata dia, logistik dalam gudang belum membutuhkan pengamanan dari aparat kepolisian. "Kami baru meminta bantuan pengamanan dari polisi setelah surat suara dan segel sudah dikirim KPU pusat," tambahnya.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
