Logo Header Antaranews Kepri

Bakorkamla Luncurkan Kapal Senilai Rp58 Miliar

Jumat, 24 Januari 2014 18:40 WIB
Image Print
Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut (Kalakhar Bakorkamla) Laksdya TNI Bambang Suwarto (duduk tengah) bersama jajaran berfoto didepan KN Kuda Laut 4803 di galangan PT Batam Expressindo Shipyard, Batam, Jumat (24/1). Kuda Laut 4803 a

Batam (Antara Kepri) - Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut Laksamana Madya Bambang Suwarto meluncurkan Kapal Negara (KN) Kuda Laut 4803 dengan yang dibangun di Galangan Kapal PT Batam Expresindo Shipyard dengan biaya pembangunan Rp58 miliar.

"Ini kapal ketiga dengan jenis serupa yang dimiliki Bakorkamla dan akan ditempatkan untuk pengamanan perairan wilayah perairan barat, tengah, dan timur Indonesia," kata dia lokasi peluncuran PT Batam Expresindo Shipyard Tanjunguncang, Batam, Jumat.

Kapal tersebut, kata dia, memiliki panjang 48 meter, menggunakan mesin berkecepatan 29,5 knot dan mampu bergerak hingga batas 200 mil laut (370 km) dari lepas pantai itu sangat efektif untuk pengamanan perairan laut Indonesia.

KN Bintang Laut 4803 bermesin penggerak 3x1.400 HP (marine diesel) dan telah dilakukan uji Hidrodinamik di Laboratorium Hidrodinamik BPPT di kompleks ITS Surabaya pada awal Februari 2013.

"Produk ini juga dilengkapi fasilitas informasi dan komunikasi yang modern dan terintegrasi ke salah satu radar Bakorkamla dari Aceh sampai Merauke," kata dia.

Kapal yang dibangun oleh industri perkapal dalam negeri mengandung 70 persen bahan lokal dan dikerjakan anak-anak bangsa.

"Kami sudah mengajukan sejumlah persenjataan pada Kementerian Pertahanan untuk pertahanan jika terjadi gangguan saat patroli, bukan untuk melakukan penyerangan," kata dia.

Senjata tersebut meliputi senjata penyemprot air hingga 100 meter dan bertekanan tinggi, meriam ukuran 20 centimeter, dan senjata untuk perorangan.

Pada akhir 2013, Bakorkamla juga meluncurkan KN Bintang Laut 4801 dan KN Singa Laut 4802 dengan spesifikasi sama yang juga dibangun di Galangan Kapal Batam.

Pembangunan kapal patroli sudah disesuaikan dengan RPJM dan Rencana Strategis (Renstra) Bakorkamla RI 2010 sampai 2014, khususnya untuk mencapai amanat turunnya illegal activities sebanyak 70 persen dan peningkatan ketertiban di laut sebanyak 80 persen dalam rentang waktu tersebut.

"Hingga akhir 2014, kami akan memiliki enam kapal serupa. Dua akan ditempatkan di perairan barat, dua di tengah dan dua lain di timur Indonesia. Ini sesuai dengan rencana strategis pengamanan perairan Indonesia," kata Bambang.(Antara)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026