Logo Header Antaranews Kepri

Legislator Ajukan Tenaga Honorer Jelang Pemilu

Senin, 10 Februari 2014 16:03 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Anggota DPRD Kota Batam Kepulauan Riau beramai-ramai mengajukan tenaga honorer untuk bekerja sebagai staf Dewan, langkah strategi memenangkan pemilihan umum legislatif mengumpulkan banyak dukungan jelang Pemilu 2014.

"Sudah banyak anggota dewan yang titip-titip honorer, kadang memaksa juga," kata Marzuki.

Marzuki mengaku sulit mengelak permintaan anggota dewan sehingga terpaksa menambah staf baru hingga kini jumlahnya di atas 100 orang. Namun, karena semakin banyak yang mengajukan kerabat untuk dipekerjakan sebagai tenaga honorer, maka akhirnya ia menolak.

"Tapi, ada juga yang datang sudah pakai baju seragam, padahal belum diterima. Entah baju seragam dapat dari mana," kata dia.

Ia mengatakan akibat banyak yang menitip staf DPRD menjadi gendut, hingga membebani anggaran belanja dewan.

Bertambahnya staf dewan juga dirasakan beberapa orang tamu yang kerap datang ke gedung rakyat.

"Staf 'reception'-nya sembilan orang, melebihi hotel. sangat ramai," kata tamu DPRD, Tengku.

Selain di ruang penerima tamu depan, ia mengatakan petugas penjagaan pintu ruangan pimpinan dewan juga dirasakan bertambah banyak, yang biasa dua hingga tiga orang kini mencapai lima orang.

Sementara itu, seorang wakil rakyat yang enggan disebutkan namanya mengatakan dalam sepekan terakhir ada penambahan lima orang staf DPRD yang baru.

"Mereka ini titipan dari anggota DPRD," kata dia.

Ia menduga, anggota DPRD sengaja memasukan anak dari berbagai tokoh masyarakat menjadi staf dewan untuk mendapatkan simpati masyarakat, hingga akhirnya memilih dirinya dalam Pemilu 2014.

Kepada tokoh masyarakat, anggota DPRD menjanjikan anaknya bisa menjadi staf honorer DPRD, dan kemudian diangkat menjadi PNS. Namun, kelanjutan karier anak tokoh masyarakat itu tergantung pada hasil Pemilu. Lalu, anggota legislatif meminta tokoh masyarakat ikut serta membantu memenangkan dirinya dalam Pemilu 2014. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026