
Pipa Gas Pemping Habiskan 50 Juta Dolar

Batam (Antara Kepri) - PT Batam Trans Gasindo (BTG) menginvestasikan dana sekitar 50 juta dolar Amerika (AS) atau Rp600 miliar untuk membangun pipa gas ruas dua Pemping-Tanjunguncang sejauh 13,5 kilometer untuk kebutuhan pasokan pembangkit listrik di Batam.
"Pipa yang dibangun berdiameter 16 inci dengan kapasitas total 125 million british thermal units (mmbtu) dan dijadwalkan selesai awal Desember 2014," kata Direktur Utama PT BTG Kurnia Tugino di Batam, Sabtu.
Kurnia mengatakan PT BTG bekerja sama dengan PT Hafardaya Konstruksi, PT Prosys Bangun Perkasa dan PT KPM Oil and Gas untuk membangun jaringan tersebut.
Ia mengatakan pembangunan sistem pipa gas tersebut melalui skema Build Operate Transfer (BOT) dimana PT BTG akan menangani operasi dan perbaikan proyek selama 10 tahun, selanjutnya infrastruktur pipa akan menjadi milik b'right PLN Batam (anak perusahaan PT PLN Persero).
"Saat ini proses memasuki tahap konstruksi. Pipa gas ini siap mengalirkan gas dari Premier Oil Natuna BVC di Blok Natuna untuk kebutuhan pembangkit listrik Batam dengan kapasitas mencapai 190 megawatt (MW)," kata dia.
Kurnia mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut sangat strategis karena akan digunakan untuk menyalurkan gas domestik market obligation (DMO) dari sumur gas Natuna ke Indonesia melalui Pulau Batam.
Di samping itu juga bagian dari satu-satunya akses pengangkutan gas DMO dari sumur gas Natuna yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Pulau Batam dan sekitarnya.
"Jaringan ini akan membuat kelangsungan ketersediaan kelistrikan di Batam pada tahun 2014 dapat terlaksana dengan baik. Sehingga komitmen pemerintah untuk mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif, stabilitas ekonomi dan stabilitas sosial di Batam dapat terwujud," kata Kurnia.
Ia mengatakan tahap pertama gas yang akan dialirkan sebanyak 40 BBTU dan selanjutnya ditingkatkan menjadi 55 BBTU.
Konsorsium tersebut menargetkan pendapatan sebesar100 juta dolar AS hingga 110 juta dolar AS dari total angkut gas atau toll fee selama 10 tahun. Sedangkan pendapatan dari mengalirkan gas ke pembangkit sekitar 11-12 juta dolar AS per tahun yang dimulai 2015.
Dari kapasitas total daya angkut gas sebesae 125 BBTU, direncanakan kapasitas maksimum yang akan digunakan oleh PLNB-UBE sebesar 55 BBTU.
"Ini artinya masih ada kapasitas ekstra sebesar 70 BBTU yang dapat diberdayakan untuk mengangkut pasokan gas lain. Kami membutuhkan kebijakan pemerintah untuk bisa memanfaatkan kelebihan secara maksimal," kata Kurnia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
