
Puluhan Warga Protes Pelipatan Surat Suara Batam

Batam (Antara Kepri) - Puluhan warga yang didominasi ibu-ibu protes karena tidak diizinkan menjadi peserta pelipat suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam meski sebelumnya sudah mendaftarkan diri.
"Kami sudah serahkan fotokopi KTP dan pas foto. Katanya hari ini sudah mulai pelipatan, tapi saya tidak diizinkan masuk," kata seorang warga, Maria di Kantor KPU Batam, Selasa.
Ia mengatakan, sampai di KPU Batam pada Selasa pagi ternyata tidak semua bisa menjadi petugas pelipat suara yang per lembar dibayar Rp200.
"Kami sudah meluangkan waktu dan berharap mendapat penghasilan dari sini. Tapi kami malah masih diminta data lagi dan katanya akan dihubungi pihak KPU Batam," kata dia.
Ketua KPU Batam, Muhammad Syahdan mengatakan ruang yang akan digunakan untuk pelipatan suara terbatas sehingga tidak bisa mengakomodasi seluruh pendaftar.
"Mau Bagaimana lagi ruangan terbatas. Namun kami sudah mendata ulang mereka dan akan kami hubungi jika tim yang sudah mulai melipat tidak mencapai target," kata dia.
Ia mengatakan, berkemungkinan juga akan dilakukan tim pelipatan malam untuk mengakomodasi partisipasi masyarakat.
"Kami akan lihat dahulu hasil pelipatan hari ini. Kalau tidak memenuhi target mereka akan dipanggil agar pelipatan sesuai target," kata Syahdan.
Syahdan menargetkan pelipatan sekitar 3 juta kertas suara DPRD Kota Batam, DPRD Provinsi Kepri, DPR RI dan DPD selesai dalam 10 hari.
Kapolsek Sekupang Kota Batam, Robertus Herry yang turun untuk menenangkan masyarakat yang ingin menjadi peserta pelipat suara meminta KPU mengakomodasi keinginan warga yang sudah sempat mendaftar.
"Kalau yang mengerjakan banyak orang kan bisa lebih cepat selesai. Apalagi anggarannya kan tidak bertambah," kata dia.
Ia mengatakan, siap mengerahkan anggota untuk menjamin keamanan dan kelancaran proses pelipatan suara hingga penyelenggaraan Pemilu pada 9 April 2014. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
