Logo Header Antaranews Kepri

Kualitas Udara Batam Menurun

Jumat, 14 Maret 2014 21:58 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Kualitas udara Kota Batam Kepulauan Riau mulai menurun dibandingkan hari biasa akibat paparan debu dan asap kebakaran hutan yang terjadi, berdasarkan pantauan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kota Batam.

"Dibandingkan hari biasa, kualitas menurun, namun masih dalam batas normal," kata Kepala Bapedalda Batam Dendi Purnama di Batam, Jumat.

Berdasarkan pantauan mesin milik Bapedalda selama tiga jam pada Jumat (14/3) siang, indeks pencemaran udara mencapai 80. Padahal sebelum ada kebakaran lahan, IPU di Batam hanya berkisaran antara 45 sampai 70.

"Kadar 70 itu masih dalam batas sedang," kata dia.

Sementara untuk pantauan kandungan debu dalam udara, mesin yang dimiliki Bapedalda menunjukkan angka 120 ug/m3. Itu juga di atas kualitas udara Batam pada hari biasa yang bekisar antara 80 ug/m3.

Namun, menurut Dendi, kadar debu dalam udara di Batam masih di bawah batas normal yaitu 220 ug/m3.

Sementara itu, warga Batam mulai mengeluhkan kualitas udara yang mulai diliputi kabut asap. Warga Batam Kota, Susi, mengatakan udara sudah tidak sesegar biasa.

"Apalagi setiap pagi, kabutnya lebih tebal," kata dia.

Dia meminta Pemerintah Kota untuk mengantisipasi pencemaran udara dengan segera menanggulangi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan.

"Jangan seperti Riau yang sudah bahaya. Batam, selagi masih aman ini harus mulai dijaga," kata dia berharap.

Kebakaran lahan terus terjadi di beberapa daerah di Kota Batam. Dinas Kelautan Perikanan, Peternakan, dan Kehutanan Kota Batam, mencatat sejak Januari hingga awal Maret 2014 seluas 265 hektare hutan lindung terbakar akibat cuaca panas, kesengajaan dan kelalaian manusia.

Data Dinas KP2K menunjukkan kebakaran banyak terjadi di hutan lindung Sei Harapan, Sei Temiang, Mata Kucing, Bukit Dangas, Bukit Harimau Sekupang, dan Sei Pancur.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, Nur Patria Kurniawan mengatakan pihaknya terus berupaya memadamkan api.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026