Logo Header Antaranews Kepri

Batam Impor 1.665 Ton Kedelai Malaysia

Kamis, 15 Mei 2014 19:38 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Impor kedelai untuk mencukupi kebutuhan industri terutama tahu dan tempe di Kota Batam selama Januari-Maret 2014 mencapai 1.665 ton.

"Industri tahu dan tempe di Batam memang masih mengandalkan kedelai impor dari Malaysia yang pengirimanya bisa lebih cepat," kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Kamis.

Berdasarkan laporan dari Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam, kata Djoko, pada Januari jumlah kedelai yang diimpor mencapai 550 ton dalam 14 kali pengiriman.

Sementara pada Februari mencapai 325 ton dalam tujuh kali pengiriman. Sementara Maret mencapai 790 ton yang dikirim 17 kali melalui jalur transportasi laut.

"Impor kedelai dan produk hortikultura ke Batam dilakukan oleh 10 perusahaan yang memperoleh izin impor," kata Djoko.

Impor kedelai merupakan yang paling besar di antara produk hortikultura lain yang diimpor langsung ke Batam dari sejumlah negara seperti Bangladesh, China, India, Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Produk lain yang diimpor dari negara-negara tersebut diantaranya berbagai jenis kacang, kentang, bawang, sayur-mayur, buah-buahan baik dalam kondisi segar ataupun beku.

Produk lain yang diimpor dalam jumlah besar diantaranya jeruk mandarin, bawang putih, sayur kol, kacang tanah.

"Hingga Maret totol impor produk hortikultura ke Batam pada Januari-Maret sudah mencapai 6.387 ton," kata dia.

BP Batam sebelumnya menyatakan Impor produk-produk hortikultura untuk mencukupi kebutuhan Kota Batam pada semester pertama 2014 disepakati melonjak lebih enam kali lipat dibanding periode Juni-Desember 2013.

Kuota impor yang diberikan oleh Kementerian Pertanian untuk Batam sebesar 7.140,5 ton pada enam bulan pertama 2014 mulai Januari ini. Sementara impor produk serupa pada Juni-Desember 2013 hanya 1.180 ton.

Lonjakan tersebut dikarenakan pasokan hortikultura dari Medan Sumatera Utara diperkirakan berkurang karena gejolak yang terjadi pada Gunung Sinabung sejak akhir 2013. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026