Logo Header Antaranews Kepri

Legislator: Lebih Baik Listrik Batam Disubsidi

Jumat, 23 Mei 2014 17:46 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Kepulauan Riau, Ruslan Kasbulatov berpendapat pemerintah lebih baik menyubsidi listrik golongan rumah tangga ketimbang menyetujui PT PLN menaikkan tarif yang dampaknya akan memberatkan masyarakat.

"Daripada tarif listrik naik, lebih baik disubsidi pemerintah saja," kata Ruslan di Batam, Jumat.

Ia mengatakan kenaikan tarif listrik akan berdampak panjang bagi perekonomian kota, sehingga harus dihindari.

Meskipun hasil analisis Bank Indonesia Kepri menyebutkan kenaikan tarif tidak berpengaruh besar pada inflasi, namun menurut Ruslan meningkatnya harga jual listrik akan mempengaruhi komponen upah hingga berujung pada kehidupan masyarakat dan industri.

"Tarif listrik akan mempengaruhi kenaikan komponen dalam UMK, ini sangat vital," kata dia.

Pelaku industri akan menanggung akibat kenaikan tarif listrik dua kali, pertama dari kenaikan itu sendiri dan yang ke dua dari beban kenaikan UMK.

Ruslan mengatakan keuangan dalam APBD Batam masih memungkinkan untuk pengeluaran subsidi listrik bagi rakyatnya.

Dengan subsidi, maka tidak akan membebani masyarakat dan juga industri, sehingga stabilitas kehidupan masyarakat lebih terjamin.

"Ini lebih memungkinkan, daripada dana APBD digunakan untuk acara-acara seremonial pejabat, lebih baik digunakan untuk subsidi listrik masyarakat. Karena selama ini, warga Batam tidak menikmati subsidi," kata dia.

Ia meminta pemerintah untuk mencari dasar hukum pemberian subsidi listrik.

Selain itu, Ruslan juga meminta PLN untuk mencegah kebocoran keuangan yang selama ini diindikasikan terjadi.

Mengenai usulan kenaikan tarif yang diajukan Wali Kota Batam, ia mengatakan belum diterima unsur pimpinan DPRD.

Terpisah, Direktur Utama Pelayanan Listrik Nasional (bright PLN) Batam Dadan Koerniadipoera berharap pemerintah memahami kondisi keuangan perusahaan yang sudah tidak sehat.

"Kami ini perusahaan swasta, tidak disubsidi. Kami tidak mungkin merugi," kata dia.

Bright PLN Batam mengajukan kenaikan tarif dasar listrik, disesuaikan dengan kenaikan nilai tukar dolar AS, kenaikan harga bahan bakar gas dan inflasi.

Komponen tarif bright PLN Batam menggunakan nilai tukar dolar sekitar Rp9.000, padahal sekarang nilai dolar sudah di atas Rp11.000.

Wali Kota Batam Ahmad Dahlan sudah menyetujui rencana penyesuaian tarif bright PLN Batam. Namun, masih menunggu persetujuan dari DPRD Batam. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026